|
|
|
|
|
|
Kopi Malabar Tanggal 24 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Kopi Malabar adalah salah satu varietas kopi Arabika yang tumbuh di pegunungan Malabar, Pangalengan, Jawa Barat, pada ketinggian di atas 1.500 mdpl. Kondisi geografis dataran tinggi di Puncak Malabar yang mencapai 2.343 mdpl, dengan tanah subur dan cuaca yang baik, sangat cocok untuk perkebunan kopi berkualitas.
Kopi Arabika pertama kali dibawa ke Indonesia oleh VOC pada tahun 1699 untuk bersaing dengan monopoli kopi Arab. Pemerintah Belanda berhasil "mencuri" tanaman kopi dari Mocha, Yaman, pada tahun 1616. Bibit kopi tersebut dikirim ke Indonesia pada 1696 oleh Walikota Amsterdam Nicolas Witsen dan diterima oleh Adrian Van Ommen di Malabar, lalu dibawa ke Batavia. Namun, bibit tersebut gagal tumbuh karena banjir. Belanda kemudian menanam ulang kopi di daerah Priangan, Jawa Barat. Pada tahun 1706, sampel kopi dari Priangan dikirim ke Kebun Raya Amsterdam dan dinyatakan berkualitas sangat baik, menjadikannya komoditas utama VOC. Ekspor kopi pertama kali dilakukan VOC pada 1711, dan dalam sepuluh tahun meningkat hingga 60 ton per tahun. Untuk mendukung produksi, VOC memberlakukan perjanjian koffiestelsel (sistem kopi) yang mewajibkan masyarakat Priangan menanam kopi.
Hasil produksi kopi dari Priangan dinamakan Java Preanger, yang diambil dari penyebutan "Preanger" oleh Belanda untuk daerah Priangan di kawasan Pegunungan Malabar. Kualitas Kopi Java Preanger ini melebihi kopi dari Yaman, dan popularitasnya di Eropa membuat kopi ini dijuluki "A cup of Java" atau secangkir kopi dari Jawa.
Kopi Malabar memiliki perpaduan rasa yang unik, didominasi oleh cokelat gelap, keasaman sedang, serta sedikit sentuhan rempah dan manis. Kopi ini memiliki aroma dan cita rasa yang cenderung ringan dan menyegarkan, tanpa meninggalkan rasa pahit setelah diminum, sehingga disukai banyak orang. Tingkat keasaman kopi ini dipengaruhi oleh ketinggian tempat tanamnya, yaitu pegunungan yang subur dan kaya mineral dari gunung berapi. Pemeliharaan tanaman kopi Malabar membutuhkan ketelitian untuk menghasilkan biji kopi berkualitas tinggi.
Sumber: https://katadata.co.id/intannirmala/berita/610e217ba3da4/asal-mula-kopi-malabar-yang-berkualitas-dengan-cita-rasa-khas
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |