|
|
|
|
Asal Daerah
Gunung Kelimutu, Desa Pemo, Kecamatan Kalimutu, Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur |
|
Legenda Kelimutu Tanggal 25 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Danau Kelimutu, atau Danau Tiga Warna, merupakan kumpulan tiga danau kawah yang terletak di Gunung Kelimutu, Nusa Tenggara Timur. Setiap danau kawah memiliki nama dan arti tersendiri berdasarkan legenda masyarakat setempat. Danau berwarna biru disebut Tiwu Ata Bupu (danau orangtua), danau berwarna merah bernama Tiwu Ata Polo (danau sihir), dan danau berwarna hijau bernama Tiwu Nuwa Muri Kou Fai (danau muda-mudi).
Pada zaman dahulu, di puncak Gunung Kelimutu, hidup Konde Ratu dan rakyatnya. Di antara rakyatnya, ada dua orang yang memiliki kekuatan sihir, yaitu Ata Bupu dan Ata Polo. Keduanya bersahabat dan mengabdi kepada Konde Ratu. Namun, mereka memiliki sifat yang berbeda. Ata Bupu dikenal baik hati dan suka melindungi orang lain, sementara Ata Polo dianggap penyihir jahat karena kebiasaannya memakan manusia. Suatu hari, sepasang anak yatim piatu (Ana Kalo) datang kepada Ata Bupu meminta perlindungan karena kedua orang tua mereka telah meninggal. Ata Bupu bersedia melindungi mereka dengan syarat kedua anak itu tidak boleh meninggalkan ladangnya agar tidak menjadi mangsa Ata Polo. Ata Polo kemudian mengetahui keberadaan anak-anak tersebut dan berencana memangsa mereka, namun Ata Bupu berhasil mencegahnya. Ata Bupu meminta Ata Polo untuk menunggu sampai anak-anak yatim itu tumbuh dewasa. Setelah dewasa, anak-anak yatim itu dikenal sebagai Koo Fai dan Nuwa Muri. Ata Polo datang untuk menagih janjinya dan ingin memangsa mereka. Akan tetapi, Ata Bupu tidak ingin kedua anak itu menjadi mangsa temannya sehingga ia mencegah serangan Ata Polo.
Legenda ini berasal dari masyarakat di sekitar Gunung Kelimutu, tepatnya di Desa Pemo, Kecamatan Kalimutu, Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.
Sumber: https://bobo.grid.id/read/08673583/cerita-di-balik-keindahan-danau-tiga-warna
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |