×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Permainan Tradisional

Elemen Budaya

Permainan Tradisional

Provinsi

Sulawesi Selatan

Asal Daerah

Polewali Mandar, Sulawesi Selatan

Makbenteng

Tanggal 25 Oct 2026 oleh Kyas1 .

Deskripsi

Makbenteng adalah permainan tradisional beregu yang berasal dari Polewali Mandar, Sulawesi Selatan. Inti permainan ini adalah usaha mempertahankan benteng dan menyerang benteng lawan. Permainan ini memerlukan fisik yang kuat dan biasanya dimainkan oleh anak laki-laki berusia 10-16 tahun. Dulunya permainan ini hanya untuk para remaja bangsawan untuk melatih bela negara dan menghibur pejabat istana, namun kini dapat dimainkan oleh siapa saja.

Alat & Bahan

  • Dua buah bendera kain berukuran 15 x 20 cm, berbentuk segi empat dengan warna berbeda untuk setiap regu.
  • Dua buah tiang bendera dengan tinggi sekitar 1,5 meter.
  • Sebuah kentongan bambu beserta kayu pemukulnya, digunakan oleh wasit untuk mengatur jalannya permainan.

Tempat

Permainan Makbenteng memerlukan tempat yang agak luas, sekitar 10 x 20 meter, yang dibagi menjadi dua bagian untuk masing-masing regu. Biasanya dilakukan di lapangan tanah atau halaman rumah yang cukup luas.

Jumlah Pemain

Permainan ini bersifat beregu, dengan setiap regu terdiri dari 4 orang pemain. Dalam satu regu, 3 orang ditempatkan sebagai penyerang dan satu orang yang dianggap paling kuat sebagai penjaga bendera (jowak).

Cara Bermain

  1. Wasit memukul kentongan sebanyak 3 kali untuk memulai permainan.
  2. Setiap regu memiliki penyerang (jowak tangnga, jowak biring kiri, jowak biring kanan) dan seorang penjaga bendera (jowak).
  3. Penyerang berlari dan saling menghalangi dengan memegang, mendorong, atau membanting lawan.
  4. Apabila penyerang berhasil melewati hadangan lawan, ia berhadapan dengan penjaga bendera.
  5. Jika berhasil memegang atau menjatuhkan bendera lawan, regunya mendapat satu nilai, dan permainan dimulai kembali.
  6. Pelanggaran ditentukan oleh wasit dengan membunyikan kentongan satu kali.
  7. Permainan berakhir jika pemain lelah atau salah satu regu mengaku kalah, ditandai dengan 3 pukulan kentongan oleh wasit.
  8. Regu pemenang (topuang) adalah yang mengumpulkan nilai lebih banyak. Jika nilai sama, dihitung pelanggaran "ringan" (keluar lapangan atau menjatuhkan bendera hingga menyentuh tanah). Jika masih sama, dihitung pelanggaran "berat" (membanting sengaja atau menyakiti lawan).
  9. Tiang bendera tidak boleh dipindahkan atau ditanam terlalu dalam agar mudah dirobohkan.
  10. Ujung tiang bendera tidak boleh menyentuh tanah saat dirobohkan; jika terjadi, regu pemilik bendera mendapat satu nilai.

Nilai Budaya

Permainan Makbenteng mengandung nilai-nilai seperti kecintaan terhadap wilayah (tanah air) yang tercermin dari usaha mempertahankan benteng, kerja keras dan kerja sama dalam mempertahankan bendera regu dan merobohkan bendera lawan, serta sportivitas. Sikap sportif penting ditunjukkan karena permainan ini melibatkan fisik dan dapat menyulut emosi, sehingga pemain harus lapang dada menerima kekalahan dan tidak menyombongkan diri saat menang.

Sumber: http://uun-halimah.blogspot.com/2008/08/permainan-makbenteng-silawesi-selatan.html

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Rumah Fatmawati...

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Rumah Fatmawati adalah sebuah rumah panggung yang terletak dekat dengan Simpang Lima, Bengkulu. Bangunan ini menjadi salah satu objek wisa...

Skin

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Senjata dan Alat Perang

Deskripsi Skin adalah senjata tusuk genggam yang memiliki bentuk meruncing dengan satu sisi bilahnya tajam. Artefak ini juga dikenal dengan nama jem...

Kendang Gong Ke...

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Alat Musik

Deskripsi Kendang adalah nama yang digunakan di Bali untuk drum. Dalam konteks gamelan gong kebyar, peran kendang sangat penting, bahkan dianggap se...

Silek Galombang

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Seni Pertunjukan

Deskripsi Silek Galombang adalah seni pertunjukan yang eksis pada upacara perkawinan etnis Minangkabau. Gerakannya menggunakan bungo-bungo silek ram...

Benteng Tahula

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Produk Arsitektur

Sekilas Mengenai Benteng Tahula Pembangunan Benteng Tahula diprakarsai sekitar tahun 1607 oleh Juan de Esquivel, gubernur pertama di Maluku setelah...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...