|
|
|
|
|
|
Masjid Abu Beureueh Tanggal 28 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Masjid Abu Beureueh, juga dikenal sebagai Masjid Baitul A’la Lilmujahidin, adalah sebuah masjid yang berlokasi di desa Beureueh, Beureunuen, Aceh. Pembangunan masjid ini diprakarsai oleh Tgk Muhammad Daud Beureueh pada tahun 1950. Masjid ini merupakan simbol persatuan dan ketahanan masyarakat, serta salah satu karya luar biasa dari Tgk Muhammad Daud Beureueh. Di dalam kompleks masjid juga terdapat lembaga pendidikan (dayah) dan makam Tgk. Daud Beureueh.
Pembangunan Masjid Baitul A’la Lilmujahidin dimulai pada tahun 1950 atas prakarsa Abu Daud Beureueh. Namun, pembangunan tersebut tertunda selama sepuluh tahun akibat konflik Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Aceh, di mana Abu Daud Beureueh memimpin pemberontakan melawan pemerintah pusat. Setelah pemberontakan mereda pada tahun 1963, pembangunan masjid dilanjutkan kembali dengan bantuan sumbangan dari masyarakat. Sosok karismatik Abu Daud Beureueh menginspirasi masyarakat untuk berkontribusi semaksimal mungkin, bahkan dengan sumbangan kecil seperti telur atau beras. Masjid ini akhirnya berdiri tegak dan diresmikan pada tahun 1972. Nama "Baitul A’la Lilmujahidin" diberikan oleh Abu Daud Beureueh, namun masyarakat lebih mengenalnya dengan nama Masjid Abu Beureueh. Pada tanggal 9 Oktober 1979, didirikan Yayasan Baitul A’la Lilmujahidin sebagai badan hukum untuk mengelola masjid dan pendidikan di kompleks tersebut. Muhammad Nur El Ibrahimi diangkat sebagai ketua yayasan, sementara Tgk Muhammad Daud Beureueh menjadi Ketua Kehormatan. Proses pendirian yayasan ini terjadi setelah Abu Beureueh "diculik" dan direlokasi ke Jakarta pada tahun 1979 karena kekhawatiran pengaruhnya akan dimanfaatkan oleh Gerakan Aceh Merdeka (GAM), dan diikuti oleh pertemuan tokoh-tokoh Aceh untuk membicarakan pengelolaan masjid.
Pembangunan masjid sepenuhnya didanai oleh sumbangan masyarakat berupa infaq dan sedekah. Abu Beureueh berinisiatif mendirikan lembaga pendidikan (dayah) di dalam kompleks masjid menggunakan sumbangan tersebut. Pada tahun 1979, Yayasan Baitul A’la Lilmujahidin didirikan sebagai badan hukum untuk mengelola masjid dan semua pendidikan yang ada di dalamnya. Abu Beureueh menegaskan bahwa seluruh harta benda masjid dan yayasan adalah milik Allah dan umat Islam, untuk dimanfaatkan demi kemaslahatan umat di bawah pengelolaan yayasan.
Sumber: https://rawoennaggroe.blogspot.com/2024/04/kisah-inspiratif-masjid-abu-beureueh.html
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
Masjid Abu Beureueh — Produk Arsitektur, Beureunuen, Aceh · source
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
<g Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiri... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |