|
|
|
|
|
|
Masjid Al-muqarrabin Labala Tanggal 02 Aug 2026 oleh Kyas1 . |
Pembangunan Masjid Al-Muqarrabin di Labala, Flores Timur, terjadi seiring dengan penyebaran ajaran Islam di wilayah tersebut. Masjid ini didirikan pada tahun 1923 M atas inisiatif Raja Labala dari Dinasti Mayeli, putra Raja Baha. Raja Labala mendapat bantuan dalam penyebaran Islam dari raja-raja Islam di Pulau Adonara dan Solor, termasuk Raja Terong dari Kerajaan Terong, Raja Ratuloit dari Lemahala, Raja Lohayong, dan Raja Lamakera. Sebagai bentuk kerja sama, Raja Ratuloit dari Kerajaan Lemahala mengirim Baba Abdullah, seorang dai keturunan China, yang kemudian menjadi imam di Masjid Al-Muqarrabin dan aktif berdakwah di Labala, menyebarkan Islam hingga ke desa Lamanunang di timur dan Mulankera di barat Pulau Lembata. Desa Labala, yang kini dikenal sebagai Desa Gaya Baru Leworaja, terletak di selatan Pulau Lembata, Flores Timur. Daerah ini terisolasi karena kondisi tanahnya yang berbukit-bukit, sehingga transportasi darat belum memadai dan akses utama adalah melalui perahu motor. Meskipun demikian, daerah ini menyimpan sejarah penting, termasuk keberadaan Kerajaan Lembata yang menganut Hindu di masa lalu, dibuktikan dengan prasasti huruf Kawi yang disebut "Berkah Kerama" dan dianggap keramat.
Masjid ini berlokasi di desa Labala (saat ini dikenal sebagai desa Gaya Baru Leworaja), Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Indonesia.
Pada awal pendiriannya, masjid ini dapat menampung 200 jamaah. Setelah direnovasi pada tahun 1995, kapasitasnya bertambah menjadi 400 jamaah.
Arsitek yang merancang masjid ini adalah Haji Olong Koli, yang berasal dari desa Kampung Gorang Lamahala, Flores Timur.
Masjid ini telah mengalami dua kali renovasi. Renovasi pertama pada tahun 1972 diprakarsai oleh kepala desa Labala (Gaya Baru) Muhammad Soap, dengan penggantian atap ilalang menjadi seng. Renovasi kedua pada tahun 1995 dipimpin oleh kepala desa Samin Sado, yang bertujuan memperluas masjid sehingga dapat menampung 400 jamaah.
Sumber: http://melayuonline.com/ind/history/dig/339/masjid-al-muqarrabin-labala
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |