|
|
|
|
|
|
Masjid Jami' Al-anwar Angke Tanggal 02 Aug 2026 oleh Kyas1 . |
Masjid Angke, yang kini bernama Masjid Jami’ Al-Anwar Angke, merupakan sebuah masjid bersejarah yang berlokasi di Kampung Angke, Tambora, Jakarta Barat. Masjid ini didirikan pada tahun 1761 Masehi, dan arsitekturnya mencerminkan percampuran berbagai elemen budaya, menjadikannya sebuah simbol "kuali peleburan" budaya di Batavia. Di dalam kompleks masjid terdapat makam-makam, termasuk makam orang-orang Tionghoa yang masuk Islam, seperti Syeh Liong Tan yang disebut sebagai arsitek masjid tersebut. Beberapa sumber bahkan menyebutkan pendirinya adalah Tan Nio, seorang perempuan Tionghoa kaya.
Keberadaan Masjid Angke penting bukan hanya karena usianya yang sudah lebih dari dua setengah abad, tetapi juga karena arsitektur bangunannya sendiri yang merupakan pencampuran dari berbagai gaya. Ini mengingatkan bahwa Batavia, yang sekarang menjadi Jakarta, memang merupakan "kuali peleburan" berbagai elemen budaya yang bertemu di satu tempat.
Arsitektur Masjid Angke merupakan gabungan dari gaya arsitektur Indonesia kuno dan Eropa. Kaki bangunan yang bersifat masif mengingatkan pada bangunan suci Indonesia sebelum Islam, yaitu candi. Hal serupa juga terlihat pada tangga dan pipi tangga. Jendela yang berterali mengingatkan pada gaya rumah Belanda, sementara sokoguru masjid menunjukkan pengaruh arsitektur Tiongkok dan rumah Belanda. Mihrab masjid memiliki gaya arsitektur Moor, mengacu pada budaya Muslim dari Al-Andalus, Maroko, dan Afrika Barat.
Salah satu keindahan Masjid Angke terletak pada ukiran ragam hias yang terdapat di bagian atas, serta kiri dan kanan pintu masuk utama. Tahun pendirian masjid juga dapat diketahui dari hiasan kaligrafi pada ambang pintu bagian Timur yang tertulis dalam Bahasa Arab dan diterjemahkan menjadi "... dan adapun kalimat ini tertera pada batu tulis sebagai peringatan mesjid Al Mubarrak, hari Kamis, 26 hari bulan sya’ban tahun 1174 dari hijrah nabi ".
Sumber: http://www.kompasiana.com/bertysinaulan/masjid-angke-riwayatmu-dulu_589988843f23bda71b97da69
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |