|
|
|
|
|
|
Masjid Pakualaman Tanggal 02 Aug 2026 oleh Kyas1 . |
Masjid Pakualaman adalah Masjid Resmi Puro Pakualaman yang berlokasi di kelurahan Kauman, kecamatan Pakualaman kota Yogyakarta. Letaknya di sebelah barat laut alun-alun Sewandanan, di luar komplek Puro, sekitar dua kilometer ke arah timur laut dari Kraton Yogyakarta. Masjid ini adalah salah satu benda cagar budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta karena usia dan sejarahnya. Meskipun usianya mendekati dua abad, kondisi masjid Puro Pakualaman sangat terawat.
Bangunan utama masjid berukuran 144 m² dan berbentuk joglo, ditopang oleh empat sokoguru di tengah ruangan yang berfungsi sebagai penyangga struktur atap. Masjid ini dilengkapi dengan empat serambi seluas 238 m². Di dalamnya terdapat mihrab dan mimbar kayu berukir yang dibalut dengan warna emas.
Sejarah pembangunan masjid ini dicatat dalam empat prasasti yang ada, dua menggunakan aksara Arab dan dua menggunakan aksara Jawa. Prasasti di sebelah utara bertarikh Jawa 1767 (1839 Masehi), sementara prasasti di sebelah selatan menunjukkan tarikh Jawa yang bertepatan dengan tahun 1855 Masehi. Para ahli umumnya sepakat bahwa Masjid Pakualaman dibangun oleh KRT Natadiningrat atau Sri Paku Alam II pada tahun 1831 setelah Perang Diponegoro. Sri Paku Alam II, yang juga dikenal sebagai seniman ulung, memimpin jamaah di masjid ini dan juga menghasilkan karya seni serta memperkenalkan seni musik dan drama. Beliau juga menulis karya sastra seperti Serat Baratayudha dan Serat Dewa Ruci. Sri Paku Alam II mengeluarkan titah mengenai kebersihan masjid dan kesucian diri saat memasuki masjid.
Sumber: https://singgahkemasjid.blogspot.com/2017/01/masjid-besar-pakualaman-yogyakarta.html
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |