|
|
|
|
|
|
Asal Usul Nama Kota Pandeglang Tanggal 02 Aug 2026 oleh Kyas1 . Revisi 2 oleh Kyas1 pada 02 Aug 2026. |
Pandeglang adalah ibu kota Kabupaten Pandeglang, Banten, yang berbatasan dengan Kabupaten Serang di utara, Kabupaten Lebak di timur, serta Samudra Hindia di barat dan selatan. Kota ini dikenal sebagai kota santri karena banyaknya pondok pesantren, dan dijuluki kota sejuta santri dan seribu ulama. Cerita rakyat ini mengisahkan asal-usul nama "Pandeglang" dari kisah Pangeran Sae Bagus Lana, seorang ahli penempa gelang, dan Putri Arum.
Di tanah Banten, hiduplah seorang putri cantik dan baik hati bernama Arum. Kecantikannya memikat banyak pria, termasuk dua pangeran dari perguruan yang sama, Sae Bagus Lana dan Cunihin. Sae Bagus Lana, yang berarti baik hati dalam bahasa Sunda, memiliki sifat yang mulia, sementara Cunihin, yang berarti suka menggoda, berperilaku kurang sopan. Meskipun bersahabat, keduanya bersaing memperebutkan hati Putri Arum, yang ternyata lebih tertarik pada Sae Bagus Lana. Pangeran Cunihin, yang serakah dan tak terima, berniat menjatuhkan Sae Bagus Lana. Ia mengundang Sae Bagus Lana ke rumahnya, lalu memanfaatkan kesempatan itu untuk merebut kesaktian Sae Bagus Lana, membuatnya menjadi tua renta dan lemah. Sae Bagus Lana lalu menghadap gurunya, yang menyarankannya untuk membuat gelang besar yang bisa dilewati manusia, dan jika berhasil, kesaktiannya akan pulih. Sae Bagus Lana diperintahkan untuk mengasingkan diri ke Bukit Manggis untuk berlatih menempa gelang, di sana ia dikenal sebagai "Ki Pande Gelang". Suatu hari, Ki Pande Gelang melihat Putri Arum merenung di Bukit Manggis. Putri Arum, yang tidak mengenali Ki Pande Gelang, bercerita bahwa ia akan menikah dalam tiga hari dengan Pangeran Cunihin. Ia ragu karena sifat serakah, kasar, dan tega Cunihin. Gurunya menyarankan ia mencari pertolongan di Bukit Manggis. Ki Pande Gelang, yang mendengar cerita itu, merasa geram namun menahan diri. Ia memberi nasihat agar Putri Arum menerima pinangan tersebut dengan syarat: Pangeran Cunihin harus melubangi sebuah batu keramat yang sangat besar di pinggir pantai dan dilewati oleh manusia. Ki Pande menjelaskan bahwa melubangi batu tersebut akan menghilangkan setengah kesaktian Pangeran Cunihin. Ia pun berjanji akan membantu sang putri. Dalam perjalanan menuju kediaman Ki Pande, Putri Arum terjatuh di dekat batu cadas dan pingsan. Saat warga hendak memberinya minum dari mata air, tiba-tiba batu cadas tempatnya terjatuh memancarkan air gunung. Putri Arum segera diberi minum dari air tersebut dan pulih. Sejak saat itu, ia dikenal sebagai Putri Cadasari.
Cerita rakyat ini berasal dari Banten dan menjelaskan asal-usul nama Kota Pandeglang.
Sumber: https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/cerita-rakyat-banten-asal-usul-nama-kota-pandeglang, https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/cerita-rakyat-banten-asal-usul-nama-kota-pandeglang?utm_source=website&utm_medium=artikel&utm_campaign=baca_juga
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |