×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Produk Arsitektur

Elemen Budaya

Produk Arsitektur

Provinsi

Daerah Istimewa Yogyakarta

Asal Daerah

Yogyakarta

Monumen Yogya Kembali

Tanggal 02 Aug 2026 oleh Kyas1 .

Deskripsi

Monumen Yogya Kembali (Monjali) adalah bangunan ikonik yang terletak di Ringroad Utara Yogyakarta. Bangunan bersejarah ini dibangun untuk memperingati peristiwa kembalinya Yogyakarta sebagai Ibu Kota Republik Indonesia setelah direbut dari penjajah pada 29 Juni 1949. Museum ini diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 6 Juli 1989. Secara keseluruhan, Museum Monjali menyimpan sekitar 1.108 koleksi yang meliputi heraldika, miniatur, replika, kendaraan, senjata api, senjata tradisional, foto dokumentasi, alat perhubungan angkatan darat, alat kesehatan, inventaris, patung peraga, arsip, daftar nama pahlawan, relief, diorama, dan evokatif.

Struktur & Bagian

Bangunan Monjali terdiri dari 3 lantai. Bangunan berbentuk kerucut ini juga dikelilingi kolam.

  • Lantai 1: Terdiri dari 4 ruang museum (museum 1, museum 2, museum 3, museum 4).
  • Lantai 2: Terdapat zona diorama (10 diorama) dan relief (40 relief) yang menggambarkan peristiwa perjuangan kemerdekaan.
  • Lantai 3 (Ruang Garba Graha): Ruang hening untuk mengheningkan cipta dan mendoakan arwah para pahlawan.

Fungsi & Filosofi

Bangunan Monjali memiliki filosofi dalam budaya Jawa yang melambangkan rasa syukur atas kemenangan bangsa Indonesia dalam peristiwa kembalinya Yogyakarta sebagai ibu kota negara. Kolam yang mengelilingi bangunan tidak hanya berfungsi sebagai estetika, tetapi secara filosofi juga sebagai pengaman atau penolak segala sesuatu yang bersifat jahat, serta melambangkan kesucian.

Asal

Ide pembangunan museum ini berasal dari Bapak Kolonel Soegiarto yang saat itu menjabat sebagai Walikota Yogyakarta. Pembangunan dimulai pada tanggal 29 Juni 1985 dan diresmikan pada 6 Juli 1989.

Sumber: https://budaya.jogjaprov.go.id/berita/detail/2057-penanda-sejarah-di-jogja-utara-bernama-monumen-yogya-kembali

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Simping Kaum Pu...

Oleh Kyas1 | 03 Aug 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Simping adalah camilan khas Purwakarta yang terbuat dari tepung tapioka dan terigu, dilengkapi bumbu penyedap serta aneka rasa dari rempah...

Pakaian Adat Pe...

Oleh Kyas1 | 03 Aug 2026.
Pakaian Tradisional

Deskripsi Pakaian adat perempuan Minangkabau, termasuk pakaian pengantin yang dilengkapi dengan Suntiang, dirancang agar menutup seluruh aurat mulai...

Tari Asyeik

Oleh Kyas1 | 03 Aug 2026.
Tarian

Deskripsi Tari Asyeik digunakan sebagai alat ritual pengobatan di Dusun Empih, Kecamatan Sungai Bungkal, Kota Sungai Penuh, untuk menyembuhkan masya...

Gerakan Dasar T...

Oleh Kyas1 | 03 Aug 2026.
Tarian

Deskripsi Gerakan dasar tarian Dayak diumpamakan sebagai bentuk dari satwa khas Kalimantan, yaitu burung Ruai dan Enggang Gading. Gerak Dasar Taria...

Tari Payung

Oleh Kyas1 | 03 Aug 2026.
Tarian

Deskripsi Tari Payung adalah tarian tradisional yang berasal dari daerah Minangkabau, Sumatera Barat. Tarian ini melambangkan cinta dan kisah kasih...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...