×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Produk Arsitektur

Elemen Budaya

Produk Arsitektur

Provinsi

DKI Jakarta

Asal Daerah

Jakarta Pusat

Museum Sumpah Pemuda

Tanggal 02 Aug 2026 oleh Kyas1 . Revisi 2 oleh Kyas1 pada 02 Aug 2026.

Sejarah Singkat

Gagasan untuk mendirikan Museum Sumpah Pemuda berawal dari pelaku Kongres Pemuda Kedua pada tahun 1968. Mereka ingin melestarikan nilai persatuan yang telah dirintis kepada generasi muda. Pada tanggal 15 Oktober 1968, Prof. Mr. Soenario mengirim surat kepada Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, agar Gedung Kramat 106 mendapat perhatian dan pembinaan untuk menjaga nilai sejarahnya. Sebagai tanggapan, pada 10 Januari 1972, Gubernur DKI Jakarta menetapkan Gedung Kramat 106 sebagai benda cagar budaya melalui SK Gubernur No. cb.11/1/12/72 jo Monumenten Ordonantie Staatsblad No. 238 tahun 1931. Pada 3 April 1973, Pemda DKI Jakarta memugar Gedung Kramat 106, dan pemugaran selesai pada 20 Mei 1973. Gedung ini kemudian diresmikan sebagai museum bernama Gedung Sumpah Pemuda oleh Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, pada tanggal yang sama. Setahun kemudian, pada 20 Mei 1974, Gedung Sumpah Pemuda kembali diresmikan oleh Presiden RI, Soeharto. Pada 16 Agustus 1979, Pemda DKI Jakarta menyerahkan Gedung Sumpah Pemuda kepada Pemerintah Pusat di bawah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, dengan pengelolaan diserahkan kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah, Pemuda, dan Olah Raga. Rencananya, gedung ini akan menjadi Pusat Informasi Kegiatan Kepemudaan di bawah Kantor Menteri Muda Urusan Pemuda. Pada 28 Oktober 1980, Dra. Jos Masdani membuka selubung papan nama Gedung Sumpah Pemuda sebagai tanda penyerahan pengelolaan dari Pemda DKI Jakarta kepada Departemen P dan K. Tiga tahun kemudian, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Nugroho Notosusanto, mengeluarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 029/O/1983 pada 7 Februari 1983, yang menetapkan Gedung Sumpah Pemuda sebagai UPT di lingkungan Direktorat Jenderal Kebudayaan dengan nama Museum Sumpah Pemuda. Pada tahun 1999, seiring dengan pembentukan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata oleh Presiden KH Abdurrahman Wahid, pengelolaan Museum Sumpah Pemuda dialihkan dari Departemen Pendidikan Nasional kepada Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Penyerahan dilakukan oleh Dr. Yahya A. Muhaimin kepada Drs. I Gede Ardhika. Dengan perubahan struktur pemerintahan, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata menjadi Kementerian Negara. Untuk mengakomodasi unit-unit yang tidak tertampung, dibentuklah Badan Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata, dan pengelolaan Museum Sumpah Pemuda dialihkan ke badan ini. Selanjutnya, setelah reorganisasi di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, pengelolaan museum kembali dilakukan oleh Kementerian tersebut. Pada awal tahun 2012, Museum Sumpah Pemuda dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan.

Kronologi Perkembangan

Museum Sumpah Pemuda memiliki sejarah panjang dengan berbagai fungsi dan nama.

  • **COMMENSALEN HUIS, 1908**: Gedung ini, yang didirikan pada permulaan abad ke-20, disewa oleh pelajar Stovia dan Rechtsschool sebagai tempat tinggal dan belajar. Beberapa mahasiswa yang tinggal di sana antara lain Muhammad Yamin, Amir Sjarifoedin, dan Assaat.
  • **INDONESISCHE CLUBHUIS/ CLUBGEBOUW, 1927**: Sejak tahun 1927, gedung ini digunakan oleh berbagai organisasi pergerakan pemuda untuk kegiatan pergerakan. Bung Karno dan tokoh Algemeene Studie Club Bandung sering hadir di sini. Gedung ini juga menjadi sekretariat PPPI dan majalah Indonesia Raja. Sebelumnya bernama Langen Siswo, kemudian dinamakan Indonesische Clubhuis atau Clubgebouw (gedung pertemuan) karena digunakan oleh berbagai organisasi.
  • **GEDUNG SUMPAH PEMUDA, 1928**: Pada tanggal 15 Agustus 1928, gedung ini menjadi tempat keputusan untuk menyelenggarakan Kongres Pemuda Kedua pada Oktober 1928. Soegondo Djojopuspito terpilih sebagai ketua kongres. Kongres ini menghasilkan keputusan penting yang dikenal sebagai Sumpah Pemuda.
  • **RUMAH TINGGAL, 1934-1937**: Setelah peristiwa Sumpah Pemuda, banyak penghuni meninggalkan gedung. Dari tahun 1934 hingga 1937, gedung ini disewakan kepada Pang Tjem Jam dan digunakan sebagai rumah tinggal.
  • **TOKO BUNGA, 1937-1948**: Antara tahun 1937 hingga 1951, gedung ini disewa oleh Loh Jing Tjoe dan digunakan sebagai toko bunga (1937-1948).
  • **HOTEL HERSIA, 1948-1951**: Dari tahun 1948 hingga 1951, gedung ini beralih fungsi menjadi Hotel Hersia.
  • **KANTOR INSPEKTORAT BEA & CUKAI, 1951-1970**: Pada periode 1951-1970, Gedung Kramat 106 disewa oleh Inspektorat Bea dan Cukai untuk perkantoran dan penampungan karyawan.
  • **MUSEUM SUMPAH PEMUDA, 1973-Sekarang**: Pada 3 April 1973, Gedung Kramat 106 dipugar oleh Pemda DKI Jakarta dan selesai pada 20 Mei 1973. Gedung ini kemudian dijadikan museum dengan nama Gedung Sumpah Pemuda karena memiliki perjalanan sejarah yang panjang dan menjadi saksi pembentukan semangat perjuangan kemerdekaan Indonesia. Di lokasi ini, dasar-dasar persatuan Indonesia didiskusikan, dirumuskan, dan diikrarkan.

Sumber: https://muspada.kemenbud.go.id/tentang-museum-sumpah-pemuda, https://muspada.kemenbud.go.id/sejarah-gedung

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Rujak Kelapa

Oleh Kyas1 | 02 Aug 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Rujak kelapa adalah minuman sejenis jahe panas yang ditaburi dengan parutan daging kelapa. Kelapa yang digunakan adalah kelapa agak tua, b...

Asal Usul Nama...

Oleh Kyas1 | 02 Aug 2026.
Cerita Rakyat

Deskripsi Pandeglang adalah ibu kota Kabupaten Pandeglang, Banten, yang berbatasan dengan Kabupaten Serang di utara, Kabupaten Lebak di timur, serta...

Menara Waterlei...

Oleh Kyas1 | 02 Aug 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Menara Waterleiding adalah sebuah menara air yang menjulang tinggi di Kota Tegal, memiliki bentuk yang mirip dengan Menara Miring Pisa di...

Stasiun Kota Ba...

Oleh Kyas1 | 02 Aug 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Stasiun Kota Baru Malang adalah sebuah bangunan peninggalan zaman kolonial Belanda yang berlokasi di Malang, Jawa Timur. Bangunan ini tela...

Stasiun Kotabar...

Oleh Kyas1 | 02 Aug 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Stasiun Kotabaru merupakan salah satu ikon Kota Malang dan daya tarik bagi wisatawan. Stasiun ini dibangun saat desas-desus Perang Dunia I...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...