|
|
|
|
|
|
Naga Basukih Okayana Tanggal 03 Aug 2026 oleh Kyas1 . |
Dahulu kala, ada sebuah cerita mengenai Ida Betara Guru yang bersemayam di Gunung Semeru bersama putranya, I Naga Basukih, seekor naga berbadan ular besar. Suatu hari, I Naga Basukih datang menghadap ayahnya, yang kemudian bertanya mengenai maksud kedatangannya yang tidak biasa itu. I Naga Basukih mengungkapkan kerinduannya untuk bertemu dengan sanak saudaranya di Bali, yaitu Betara Geni Jaya di Bukit Lempuyang, Betara Mahadewa di Gunung Agung, Betara Tumuwuh di Gunung Batukaru, Betara Manik Umang di Gunung Beratan, dan Betara Hyang Tugu di Gunung Andakasa. Ida Betara Guru awalnya melarang I Naga Basukih pergi karena Bali adalah tempat yang jauh, dipisahkan oleh lautan, dan tempat tinggal para saudaranya tersebar di hutan belantara yang berbahaya. Selain itu, Ida Betara Guru khawatir tidak ada yang menjaga Gunung Semeru jika I Naga Basukih pergi. Namun, I Naga Basukih bersikeras, menyatakan bahwa menyeberangi lautan hanyalah perkara kecil baginya dan Bali tidaklah seberapa luas. Kata-kata I Naga Basukih yang meremehkan Bali ini membuat Ida Betara Guru terkejut, namun akhirnya mengizinkan putranya pergi. Dalam perjalanan dari Gunung Semeru menuju Blangbangan, I Naga Basukih menghancurkan segala yang dilaluinya karena tubuhnya yang besar. Setibanya di Blangbangan, ia mendaki puncak gunung untuk melihat Bali dari kejauhan. Dari sana, Bali tampak kecil, dan I Naga Basukih kembali meremehkan, mengira Ida Betara Guru telah membohonginya dengan mengatakan Bali itu sulit dijangkau dan saudaranya sulit ditemukan. Tanpa disadari, perkataan dan pikirannya itu terdengar oleh Ida Betara Guru yang memiliki kesaktian luar biasa. Tiba-tiba, Ida Betara Guru muncul di samping I Naga Basukih dan menegur putranya karena telah dua kali meremehkan Bali, menyebutnya "hanya sebesar telur". Ida Betara Guru kemudian menantang I Naga Basukih untuk memindahkan sebuah gunung yang terlihat dari sana, bernama Gunung Sinunggal, sebagai bukti kesaktiannya. Dengan congkaknya, I Naga Basukih menyanggupi tantangan tersebut, bahkan berjanji akan memindahkan seluruh Bali jika diizinkan. Ida Betara Guru hanya meminta I Naga Basukih untuk memindahkan Gunung Sinunggal terlebih dahulu. I Naga Basukih pun bersiap-siap, mengumpulkan kekuatannya, dan dengan tatapan berapi-api ia menyerbu Gunung Sinunggal. Namun, sesampainya di Bali, I Naga Basukih mendapati bahwa ia bahkan tidak mampu memindahkan puncak gunung tersebut. Karena tubuhnya yang terlalu besar dan usaha kerasnya, ia hanya bisa menyebabkan bagian selatan Gunung Sinunggal retak. Setelah berjuang mati-matian hingga kehabisan napas, ia tetap tidak bisa memindahkan gunung itu. Menyadari kegagalannya, Ida Betara Guru bertanya apakah ia sanggup atau tidak. I Naga Basukih merasa malu dan marah, namun akhirnya mengakui kesombongannya dan meminta maaf atas perbuatannya meremehkan Bali. Ia pasrah dan tunduk pada perintah Ida Betara Guru. Sejak saat itu, I Naga Basukih menjaga Gunung Sinunggal, dan karena itu, Bali jarang dilanda gempa bumi, banjir, dan angin ribut.
Sumber: http://satua-bali.blogspot.com/2013/08/satua-bali-naga-basukih.html
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |