|
|
|
|
|
|
Niowuru Tanggal 24 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Niowuru adalah teknik pengawetan daging tradisional, khususnya daging babi, yang dilakukan dengan pengasinan menggunakan garam dalam jumlah besar. Daging yang diawetkan dengan metode ini akan memiliki tekstur agak keras dan kering, serta rasa yang sangat asin, namun tetap mempertahankan aroma khas daging. Metode ini telah lama diterapkan oleh masyarakat Nias, terutama di wilayah Nias Barat dan Nias Utara.
Karena daging Niowuru sangat asin, perlu direbus beberapa kali dengan air bersih atau direbus satu hingga dua kali untuk mengurangi kadar garam sebelum dikonsumsi. Meskipun demikian, rasa asin yang tersisa tetap memberikan cita rasa khas yang diinginkan. Setelah direbus, daging Niowuru dapat disimpan dalam waktu lama dan mudah diolah kapan saja, sangat berguna ketika ada tamu datang tiba-tiba.
Pada masa lalu, Niowuru sering digunakan untuk mengawetkan daging berlebih, terutama setelah acara-acara besar, agar tidak terbuang. Masyarakat Nias mengonsumsi daging Niowuru baik sebagai makanan adat maupun hidangan sehari-hari. Makanan ini telah menjadi identitas budaya Nias yang diwariskan dari generasi ke generasi, tidak hanya sekadar kuliner tetapi juga bagian dari tradisi.
Sumber: https://lingga.pikiran-rakyat.com/gaya-hidup/pr-3788317106/sejarah-dan-keunikan-niowuru-metode-pengawetan-daging-asin-dari-nias
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |