|
|
|
|
|
|
Nolam Tanggal 23 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Nolam atau Manolam adalah tradisi sastra lisan dari masyarakat Kampar, Riau, yang berbentuk syair-syair yang dinyanyikan tanpa iringan alat musik. Irama penyampaiannya khas, menyerupai pembacaan syair dalam bahasa daerah Kampar. Tradisi ini umumnya dilakukan oleh kaum ibu-ibu dan sering dibacakan pada acara-acara keagamaan seperti peringatan Isra’ Mi’raj dan hari-hari besar Islam.
Tradisi Manolam biasanya dilakukan oleh ibu-ibu kaum wanita, khususnya di kampung kecil bernama Padang Danau, Dusun Pulau Sialang, Desa Rumbio, Kecamatan Kampar. Mereka dapat menyanyikan syair secara berkelompok maupun tunggal. Dahulu, banyak kelompok Nolam yang terbentuk dan digemari warga.
Syair-syair Nolam dinyanyikan tanpa menggunakan alat musik. Bahasa Ocu yang khas terdengar dari kalimat-kalimat syair yang dibacakan.
Isi dari syair-syair Nolam adalah petuah yang berisi pesan-pesan keagamaan, terutama pesan Islam yang kuat. Selain itu, Nolam juga mengandung petuah moral, nasihat, dan ungkapan-ungkapan bijak yang kaya dengan pesan-pesan. Salah satu buku teks cetak Nolam, yaitu 'Nolam Kanak-Kanak', berisi nasihat kehidupan akhirat antara anak dan orang tua, adab anak terhadap orang tua, tanggung jawab orang tua terhadap anak, hingga kehidupan akhirat.
Salah satu buku teks cetak tradisi Nolam adalah Nolam Kanak-Kanak yang mulai dikembangkan tahun 1945. Nolam ini dibacakan oleh tukang Nolam secara turun temurun dengan irama khas. Naskah Nolam yang ditemukan di Padang Danau, Dusun Pulau Sialang, tidak memiliki judul namun pada halaman pembuka dijelaskan bahwa buku ini bercerita tentang Nabi Zhahir dan Mi`raj, serta terdiri dari tiga puluh tiga fasal. Nolam juga disebut tradisi sastra lisan Nazam, Nazhm, atau Nazhama, yang berarti mengarang dan mengumpulkan.
Tradisi Nolam ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Provinsi Riau pada tahun 2020. Penetapan ini menjadi langkah awal upaya konservasi dan revitalisasi yang lebih intensif karena tradisi ini menghadapi risiko ditinggalkan oleh generasi muda. Tim dari Balai Bahasa Provinsi Riau telah melakukan dokumentasi teks cetak dan kajian untuk menjaga tradisi ini. Upaya pelestarian meliputi:
Sumber: https://www.riaumagz.com/2021/04/tradisi-nolam-kabupaten-kampar-warisan.html
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
Nolam — Naskah Kuno dan Prasasti, Kabupaten Kampar, Riau · source
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |