×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Naskah Kuno dan Prasasti

Elemen Budaya

Naskah Kuno dan Prasasti

Provinsi

Jawa Timur

Asal Daerah

Desa Pandankrajan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto

Prasasti Paṇḍān

Tanggal 02 Aug 2026 oleh Kyas1 .

Deskripsi Fisik

Prasasti Paṇḍān terbuat dari batu andesit. Saat ini prasasti tersebut berada di Museum Majapahit. Kondisinya sangat memprihatinkan karena sudah hancur berkeping-keping berupa fragmen-fragmen kecil dan besar, dengan beberapa bagian fragmen telah hilang. Permukaan bagian belakang (verso) banyak yang aus, dan bagian kanan hanya menyisakan sepenggal huruf atau kalimat.

Isi/Kandungan

Berdasarkan penelitian Damais, beberapa kalimat yang terdapat pada prasasti adalah "…. swasti śakawarsāt/i/ta 964 āā ….", "…. /nak/satra. Bāsudewatā. Sa ….", "…. oirikā diwasa ny ā/jaā sri ma/harāja rake halu sri lokéswara/dharmma waṅśa airlangānatawikramottungadewa/….(6)", "…. mantri i hino sri samarawijaya suparnawa …. tungadewa", "…. kura kumonaken) ramanta i pandān) sapara ….", dan "…. sambandha, rāmanta i pandān) sapasu ….". Rekonstruksi oleh Clara Agustin menyatakan bahwa pada bagian depan (recto) berisi tentang maŋilala drabya haji (petugas penarik pajak), sukhaduka (perbuatan pidana yang dikenai denda), dan kemungkinan nama orang atau tempat. Pada bagian kiri, kalimat "rāmanta i Paṇḍān" ditemukan. Hasil rekonstruksi alih aksara menunjukkan bahwa prasasti ini berisikan penetapan Sima (perdikan) di daerah yang bernama "Paṇḍān", karena memuat formula prasasti sima.

Penanggalan & Asal

Prasasti Paṇḍān ditemukan di Desa Pandankrajan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. N.J. Krom adalah yang pertama kali mengkaji dan menyebutkan angka tahun pada prasasti ini antara 959 atau 964 Saka. Sepuluh tahun kemudian van Stein Callenfels membacanya 959 Saka (1037 Masehi). Damais berpendapat bahwa prasasti ini dikeluarkan pada 964 Saka (1042 Masehi), kemungkinan antara tanggal 20 Juni dan 19 Juli, atau sekitar 10 Juli 964 Saka (1042 Masehi).

Nilai Sejarah

Prasasti ini merupakan maklumat yang dikeluarkan oleh Raja Airlangga, yang menduduki takhta pemerintahan di Jawa bagian Timur abad XII (941-964 Saka atau 1019-1041 Masehi). Ini menjadi bukti kebesaran masa pemerintahannya, berkaitan dengan pemberian status daerah sima (perdikan) atau peristiwa keagamaan. Meskipun hanya berupa fragmen, artefak ini adalah bagian penting dari sebuah prasasti utuh yang menjadi sumber tekstual untuk menelusuri jejak sejarah dan kebudayaan masa lalu.

Lokasi Penyimpanan

Saat ini, fragmen-fragmen Prasasti Paṇḍān berada di Museum Majapahit. Sebelumnya, sejak penelitian yang dilakukan oleh Damais sekitar tahun 1952, keberadaannya dipindah ke Museum Mojokerto (sekarang Museum Majapahit).

Sumber: https://hurahura.wordpress.com/2015/03/05/penelusuran-beberapa-fragmen-prasasti-pa%E1%B9%87%E1%B8%8Dan-di-rumah-penduduk

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Simping Kaum Pu...

Oleh Kyas1 | 03 Aug 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Simping adalah camilan khas Purwakarta yang terbuat dari tepung tapioka dan terigu, dilengkapi bumbu penyedap serta aneka rasa dari rempah...

Pakaian Adat Pe...

Oleh Kyas1 | 03 Aug 2026.
Pakaian Tradisional

Deskripsi Pakaian adat perempuan Minangkabau, termasuk pakaian pengantin yang dilengkapi dengan Suntiang, dirancang agar menutup seluruh aurat mulai...

Tari Asyeik

Oleh Kyas1 | 03 Aug 2026.
Tarian

Deskripsi Tari Asyeik digunakan sebagai alat ritual pengobatan di Dusun Empih, Kecamatan Sungai Bungkal, Kota Sungai Penuh, untuk menyembuhkan masya...

Gerakan Dasar T...

Oleh Kyas1 | 03 Aug 2026.
Tarian

Deskripsi Gerakan dasar tarian Dayak diumpamakan sebagai bentuk dari satwa khas Kalimantan, yaitu burung Ruai dan Enggang Gading. Gerak Dasar Taria...

Tari Payung

Oleh Kyas1 | 03 Aug 2026.
Tarian

Deskripsi Tari Payung adalah tarian tradisional yang berasal dari daerah Minangkabau, Sumatera Barat. Tarian ini melambangkan cinta dan kisah kasih...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...