|
|
|
|
|
|
Sate Kere Tanggal 20 Nov 2025 oleh Apitsupriatna . Revisi 5 oleh Kyas1 pada 12 Sep 2026. |
Sate Kere adalah kuliner khas Solo yang memiliki cerita mendalam dan unik. Nama "kere" dalam bahasa Jawa merujuk pada kondisi miskin atau tidak punya uang. Meskipun demikian, sate ini lahir sebagai simbol kecerdasan dan perlawanan kultural rakyat jelata Solo di masa lalu. Dahulu dianggap makanan pinggiran, kini Sate Kere telah naik kasta menjadi kuliner elite favorit para Presiden Indonesia, termasuk Joko Widodo.
Sejarah Sate Kere tidak dapat dilepaskan dari masa kolonialisme Belanda di tanah Jawa, khususnya di wilayah Surakarta. Pada zaman itu, sate daging sapi atau kambing adalah makanan mewah yang hanya bisa dinikmati oleh orang-orang kaya seperti meneer Belanda, kaum bangsawan, dan orang-orang di keraton. Rakyat jelata Solo yang tidak mampu membeli daging mahal memutar otak untuk bisa menikmati hidangan serupa. Mereka memanfaatkan bahan baku alternatif yang murah dan mudah didapat.
Rakyat jelata Solo menggunakan tempe gembus (tempe dari ampas tahu) dan sisa-sisa jeroan sapi yang dibuang oleh jagal kaya sebagai bahan utama sate. Untuk membuat rasanya mirip sate asli, tempe gembus dan jeroan dimasak terlebih dahulu dengan bumbu bacem yang manis gurih. Setelah itu, sate dibakar di atas arang dan disiram dengan saus kacang yang kental, pedas, dan gurih.
Pembuatan Sate Kere pada masa kolonial merupakan bentuk sindiran atau perlawanan kultural yang cerdas terhadap kesenjangan sosial. Dengan membuat sate dari ampas tahu, rakyat jelata seolah ingin menyampaikan pesan jenaka bahwa meskipun miskin, mereka juga punya cara sendiri untuk makan sate yang tak kalah enak.
Sate Kere yang dulunya dianggap sebelah mata kini diburu oleh pencinta kuliner dari berbagai penjuru Nusantara dan menjadi langganan favorit para pejabat negara dan Presiden RI. Mantan Presiden Joko Widodo menjadikannya menu wajib saat pulang kampung. Sate Kere, seperti yang dijual di warung Sate Kere Yu Rebi di Solo, kini sering disajikan sebagai hidangan VIP di acara pernikahan keluarga kepresidenan dan festival kuliner tingkat nasional.
Sate Kere disajikan di atas daun pisang yang dialas di piring bambu anyaman. Dapat ditambahkan saus kacang sate Indonesia yang kental, bawang goreng, irisan bawang merah, dan cabai hijau. Cocok disajikan dengan segelas es teh lemon.
Sumber: https://jateng.idntimes.com/news/jawa-tengah/lahir-dari-perlawanan-wong-cilik-sejarah-sate-kere-khas-solo-favorit-presiden-00-sjhm7-d67yx8, https://www.lemon8-app.com/@araba0716/7598779126362784273?region=id
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
Sate Kere — Makanan Minuman, Solo · source
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |