|
|
|
|
|
Sato adalah alat musik gesek tradisional yang menyerupai biola, berasal dari Desa Waturaka, Kabupaten Ende. Alat musik ini terus dikembangkan oleh kelompok sanggar musik Mutulo’o dan memiliki keunikan tersendiri. Perpaduan bahan-bahan alami yang digunakan menghasilkan bunyi yang khas.
Proses pembuatan alat musik Sato tidak mudah karena bahannya cukup langka dan memerlukan keahlian khusus. Tidak semua labu bisa digunakan, hanya labu hutan tua yang ditemukan di sekitar desa Waturaka yang dipilih. Labu tersebut dibelah, dibuang isinya, dan dikeringkan hingga berwarna kecokelatan. Orang tua dengan keahlian khusus dapat menentukan jenis labu terbaik untuk menghasilkan bunyi yang khas dan bervariasi. Labu hutan ini juga bisa dimanfaatkan sebagai wadah penyimpanan air atau sirih pinang oleh ibu-ibu.
Sato dimainkan dengan cara digesek, mirip dengan biola. Meskipun ada kemiripan, tidak semua orang bisa memainkan alat musik ini. Hingga kini, pemain Sato masih didominasi oleh orang tua. Pemain musik Sato idealnya terdiri dari enam orang, namun dalam pementasan, jumlah pemain bisa bertambah termasuk para penyanyi dan penari dari kalangan ibu-ibu. Jika dipadukan dengan baik, musik Sato dapat menghasilkan orkestra tradisional. Musik Sato dapat berkolaborasi dengan penyanyi, penari, dan alat musik lain seperti suling, gambus, ukulele, gong, dan gendang.
Dahulu, Sato dimainkan sendirian untuk mengusir kesepian saat berada di kebun atau di rumah. Selain itu, Sato juga biasa dimainkan secara bersamaan pada saat ritual adat. Saat ini, musik Sato dipentaskan dalam berbagai seremoni adat, acara seni dan budaya tingkat kabupaten, serta untuk menghibur wisatawan yang berkunjung ke Danau Kelimutu.
Alat musik Sato berasal dari Desa Waturaka, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende. Kekhasan alat musik ini menjadi kebanggaan bagi musik tradisional etnis Ende-Lio dan menjadi daya tarik wisata di daerah tersebut.
Sumber: http://indonesiasatu.co/detail/sanggar-musik-waturaka-kembangkan-alat-musik-tradisional-sato, https://www.mongabay.co.id/2016/11/21/sato-alat-musik-tradisional-ini-terbuat-dari-labu-hutan, http://www.infobudaya.net/2019/01/mengenal-sato-alat-musik-tradisional-dari-labu-hutan
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
Sato — Alat Musik, Waturaka, Ende · source
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |