×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Produk Arsitektur

Elemen Budaya

Produk Arsitektur

Provinsi

Jawa Barat

Asal Daerah

Kampung Cijembar, Desa Sukajembar, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat

Situs Megalitik Lemah Duhur

Tanggal 25 Oct 2026 oleh Kyas1 .

Deskripsi

Situs Megalitik Lemah Duhur adalah peninggalan tradisi megalitik berupa bangunan berundak yang cukup besar, terletak di dataran tinggi sekitar 941 mdpl. Nama "Lemah Duhur" berarti "tanah tinggi", sesuai dengan letaknya pada bukit yang tinggi. Struktur situs ini berteras dengan orientasi utara-selatan, di mana teras pertama berada di bagian selatan dan teras tertinggi (kelima) berada di bagian utara. Ukuran teras semakin ke atas semakin kecil, demikian pula dengan dinding teras yang memiliki ketinggian berbeda-beda. Pintu masuk ke masing-masing teras dibuat dari batu kali yang disusun bertingkat, dengan batu tegak sebagai pembatas tangga masuk di sisi kanan dan kiri undakan.

Asal & Sejarah Penelitian

Situs ini terletak di Kampung Cijembar, Desa Sukajembar, Kecamatan Sukanagara, Kabupaten Cianjur. Penemuan situs ini berlangsung sekitar tahun 1954 oleh seorang petani yang sedang mengerjakan tanah di lokasi tersebut. Namun, karena keterbatasan komunikasi, penelitian baru bisa dilakukan beberapa tahun kemudian oleh tim Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) pada tahun 1954. Berdasarkan penelusuran arsip, situs ini belum pernah diteliti pada masa penjajahan Belanda maupun masa kemerdekaan sebelumnya.

Struktur & Bagian

  • Teras Pertama: Berupa persawahan yang dibatasi oleh batuan tersusun. Sebagian besar batu dinding sudah hilang. Halaman teras berbentuk segi empat berukuran 50 x 65 meter.
  • Teras Kedua: Berjarak tinggi 75 cm dari teras pertama, juga merupakan persawahan. Ukuran 45 m x 50 m. Terdapat batu-batu kali besar dan kecil sebagai pembatas teras serta beberapa batu tegak di pinggiran sudut.
  • Teras Ketiga: Dinding batu teras ketiga cukup tinggi, sekitar 4 meter, terdiri atas susunan batu kali yang diperkuat batu tegak. Sisa tangga masuk dari teras kedua masih terlihat jelas, diapit batu tegak berukuran 50-65 cm. Panjang sisi teras ini 34 x 39 meter. Halamannya sangat datar dengan susunan batu kali membentuk persegi panjang. Ditemukan dua bangunan (10,7 x 10,7 m dan 10,2 x 10 m) dengan batu-batu datar menyerupai umpak, dipergunakan untuk upacara musyawarah. Juga ditemukan pecahan gerabah yang kemungkinan dari masa sekarang.
  • Teras Keempat: Dibatasi susunan batu kali sebagai dinding. Permukaan rata berukuran 35 m x 35 m. Tangga masuk di sisi selatan, dilengkapi batu tegak di kiri-kanan. Terdapat beberapa menhir (batu tegak) yang berdiri sebagai batas halaman. Ditemukan bangunan besar berupa gundukan tanah segi empat panjang (20 m x 6 m) berorientasi utara-selatan, dengan susunan batu kali sebagai dinding penguat dan menhir di keempat sudutnya. Di bagian belakang ditemukan dua batu datar yang mungkin tempat sesaji atau pusat pemujaan, serta batu peluru (bundar/bola). Delapan batu datar menyerupai umpak diatur dalam dua garis sejajar, mungkin sebagai tempat duduk kepala suku saat musyawarah atau upacara.

Bahan & Konstruksi

Batuan yang dipergunakan sebagai bahan konstruksi kemungkinan diambil dari sungai kecil yang mengalir dari utara ke selatan di sekitar Kampung Cijembar. Dinding-dinding batu di teras 3 merupakan tumpukan batu yang diatur rapi membentuk tembok. Pintu masuk ke masing-masing teras dibuat dari batu kali yang disusun bertingkat. Batu tegak digunakan sebagai pembatas tangga masuk dan di teras keempat sebagai batas halaman atau bagian dari struktur pemujaan.

Fungsi & Filosofi

Perbedaan ukuran halaman memberikan petunjuk adanya perbedaan fungsi. Halaman teras pertama dan kedua kemungkinan merupakan tempat berkumpul bagi semua pengikut upacara. Dua bangunan di teras ketiga dipergunakan untuk upacara bermusyawarah bagi masyarakat megalitik waktu itu. Di teras keempat, batu datar yang menyerupai umpak mungkin merupakan tempat duduk kepala-kepala suku pada waktu mengadakan musyawarah atau upacara tertentu. Adanya batu datar dan batu peluru di teras keempat menunjukkan kemungkinan bahwa teras ini merupakan pusat pemujaan atau tempat sesaji untuk upacara-upacara besar.

Sumber: https://inurwansah.my.id/2024/05/13/situs-megalitik-lemah-duhur-sukajembar-kembaran-gunung-padang

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Rumah Fatmawati...

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Rumah Fatmawati adalah sebuah rumah panggung yang terletak dekat dengan Simpang Lima, Bengkulu. Bangunan ini menjadi salah satu objek wisa...

Skin

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Senjata dan Alat Perang

Deskripsi Skin adalah senjata tusuk genggam yang memiliki bentuk meruncing dengan satu sisi bilahnya tajam. Artefak ini juga dikenal dengan nama jem...

Kendang Gong Ke...

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Alat Musik

Deskripsi Kendang adalah nama yang digunakan di Bali untuk drum. Dalam konteks gamelan gong kebyar, peran kendang sangat penting, bahkan dianggap se...

Silek Galombang

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Seni Pertunjukan

Deskripsi Silek Galombang adalah seni pertunjukan yang eksis pada upacara perkawinan etnis Minangkabau. Gerakannya menggunakan bungo-bungo silek ram...

Benteng Tahula

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Produk Arsitektur

Sekilas Mengenai Benteng Tahula Pembangunan Benteng Tahula diprakarsai sekitar tahun 1607 oleh Juan de Esquivel, gubernur pertama di Maluku setelah...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...