×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Senjata dan Alat Perang

Elemen Budaya

Senjata dan Alat Perang

Asal Daerah

Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau

Suku Akit

Tanggal 25 Oct 2026 oleh Kyas1 .

Deskripsi

Orang Akit adalah kelompok sosial yang berdiam di daerah Hutan Panjang dan Kecamatan Rupat di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Pada tahun 1984, jumlah mereka diperkirakan sekitar 4500 jiwa. Sebutan "Akit" diberikan kepada masyarakat ini karena sebagian besar kegiatan hidup mereka berlangsung di atas rumah rakit. Dengan rakit tersebut mereka berpindah dari satu tempat ke tempat lain di pantai laut dan muara sungai. Mereka juga membangun rumah-rumah sederhana di pinggir-pinggir pantai untuk dipergunakan ketika mengerjakan kegiatan di darat.

Sejarah Singkat

Orang Akit telah bermukim di daerah ini sejak waktu lampau. Keberadaan mereka dibuktikan dengan adanya catatan sejarah yang menyebutkan bahwa mereka pernah menjalin hubungan dengan Kesultanan Siak dalam menghadapi perlawanan pasukan dari Eropa. Pasukan Belanda yang mencoba menanamkan pengaruhnya di daerah ini tercatat mengalami beberapa perlawanan dari orang Akit.

Mata Pencarian

Mata pencarian pokok orang Akit adalah menangkap ikan, mengumpulkan hasil hutan, berburu binatang, dan meramu sagu. Orang Akit tidak mengenal sistem perladangan secara menetap. Pengambilan hasil hutan yang ada di tepi-tepi pantai biasanya disesuaikan dengan jumlah kebutuhan. Penangkapan ikan atau binatang laut lainnya mereka lakukan dengan cara sederhana, misalnya dengan memasang perangkap ikan (bubu). Hasil meramu sagu biasanya dapat memenuhi kebutuhan akan sagu selama beberapa bulan.

Hubungan Sosial

Hubungan orang Akit dengan masyarakat lain di sekitarnya boleh dikatakan sangat jarang, didukung oleh kecenderungan mereka untuk mempertahankan identitas mereka. Beberapa waktu lampau mereka sering digolongkan sebagai “suku bangsa terasing”. Penduduk di sekitarnya banyak yang kurang berkenan menjalin hubungan dengan mereka, karena orang Akit dipercaya memiliki pengetahuan tentang ilmu hitam dan obat-obatan yang dapat membahayakan. Kesulitan menjalin hubungan juga disebabkan karena seringnya mereka berpindah-pindah. Pemerintah dan beberapa kalangan sudah mencoba meningkatkan taraf hidup mereka, antara lain, dengan mendirikan pemukiman tetap dan mengajarkan cara-cara bercocok tanam dengan teknik pertanian modern.

Sistem Kekerabatan dan Pernikahan

Sistem kekerabatannya bersifat patrilineal. Seorang gadis dapat dinikahkan bila usianya telah mencapai 15 tahun. Adat menetap sesudah nikah menentukan bahwa seorang isteri mengikuti suaminya di kediaman baru atau di sekitar kediaman kerabat suaminya. Upacara pernikahan biasanya ditandai dengan hidangan berupa daging babi dan sejenis tuak dari pohon nira serta acara menyanyi dan menari.

Bahasa dan Kepercayaan

Komunikasi dengan masyarakat di sekitarnya biasanya dilakukan dengan menggunakan bahasa Melayu. Walaupun sudah mengenal agama-agama besar, seperti Islam dan Kristen, sebagian besar dari mereka masih menganut kepercayaan animistik. Pengaruh agama Budha mereka terima dari kalangan pedagang-pedagang Cina yang banyak datang dan menetap ke daerah ini.

Sumber: https://uun-halimah.blogspot.com/2007/11/suku-bangsa-akit-riau.html

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Rumah Fatmawati...

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Rumah Fatmawati adalah sebuah rumah panggung yang terletak dekat dengan Simpang Lima, Bengkulu. Bangunan ini menjadi salah satu objek wisa...

Skin

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Senjata dan Alat Perang

Deskripsi Skin adalah senjata tusuk genggam yang memiliki bentuk meruncing dengan satu sisi bilahnya tajam. Artefak ini juga dikenal dengan nama jem...

Kendang Gong Ke...

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Alat Musik

Deskripsi Kendang adalah nama yang digunakan di Bali untuk drum. Dalam konteks gamelan gong kebyar, peran kendang sangat penting, bahkan dianggap se...

Silek Galombang

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Seni Pertunjukan

Deskripsi Silek Galombang adalah seni pertunjukan yang eksis pada upacara perkawinan etnis Minangkabau. Gerakannya menggunakan bungo-bungo silek ram...

Benteng Tahula

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Produk Arsitektur

Sekilas Mengenai Benteng Tahula Pembangunan Benteng Tahula diprakarsai sekitar tahun 1607 oleh Juan de Esquivel, gubernur pertama di Maluku setelah...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...