|
|
|
|
|
|
Tari Gandrang Bulo Tanggal 28 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Tari Gandrang Bulo disebut-sebut telah muncul sejak zaman raja-raja Gowa, yang pada masa itu dikenal sebagai Tari Gandrang Bulo klasik. Tarian ini mengalami evolusi pada zaman penjajahan, di mana para pekerja yang menderita mencoba menghibur diri dengan menyanyikan lagu jenaka dan menirukan gerakan tentara penjajah secara lucu dan mengejek. Hal ini menjadi bentuk sindiran atas ketidakadilan. Pada era penjajahan tersebut, kesenian ini mendapat nama Gandrang Bulo 1942.
Tarian ini sangat terkenal karena pementasannya yang penuh canda tawa, lucu, dan menghibur. Penari memiliki ruang improvisasi yang sangat besar dan tidak ada formasi khusus, namun mereka harus kompak dengan irama gendang dan kecapi. Gerakan-gerakan lucu dilakukan secara bergantian dalam formasi lingkaran. Untuk pementasan anak-anak, mereka lebih banyak menggunakan kreasi gerakan yang lincah dan mengundang canda tawa, seperti menggendong teman dari belakang, menirukan monyet dan vampir, mengadu badan, serta membentuk formasi piramida dan perahu di atas laut.
Untuk pementasan anak-anak, riasan kumis dan jenggot palsu membuat tampilan mereka semakin kocak.
Meskipun penuh canda tawa dan menghibur, tarian ini memiliki pesan dan makna yang mendalam. Dahulu, tarian ini merupakan bentuk perjuangan para seniman pada zaman penjajahan, sebagai bentuk sindiran atas ketidakadilan. Seiring perkembangan zaman, Tari Gandrang Bulo digunakan sebagai media penyampaian kritik sosial, membahas isu sosial politik hingga budaya. Tujuannya adalah agar pesan dapat diterima oleh penonton, sehingga mereka bisa belajar menjadi pribadi yang lebih baik, sambil tetap menghibur dengan lawakan.
Biasanya Tari Gandrang Bulo dipentaskan oleh banyak orang, dengan kisaran 14 orang penari. Dahulu hanya dipentaskan oleh orang dewasa, namun kini bisa juga dipentaskan oleh anak-anak.
Sumber: https://seringjalan.com/asal-usul-dan-sejarah-tari-gandrang-bulo
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
<g Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiri... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |