×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Produk Arsitektur

Elemen Budaya

Produk Arsitektur

Provinsi

Banten

Asal Daerah

Serang, Banten

Umah Budaya Kaujon

Tanggal 15 Sep 2026 oleh Kyas1 .

Deskripsi

Umah Budaya Kaujon adalah sebuah rumah bersejarah di Kota Serang, Banten, yang memiliki kaitan erat dengan keluarga Djajadiningrat, keluarga priayi berkedudukan tinggi di masa kolonial. Bangunan ini berlokasi di Jalan Jayadingrat, Lontar Baru, Kota Serang, Banten. Setelah sempat gonta-ganti kepemilikan, rumah ini dikelola oleh Syalita Fawnia Rachman yang merenovasi dan menamainya Umah Budaya Kaujon, menjadikannya pusat kegiatan komunitas seni. Nama "Kaujon" sendiri merujuk pada nama kampung tua di jantung Kota Serang, diambil dari Ki Uju, seorang kiai keturunan Kesultanan Banten yang menjadi tokoh masyarakat di wilayah tersebut pada masa kolonial. Makam Ki Uju berada di ujung selatan Kampung Kaujon, di tepi Sungai Cibanten.

Sejarah Kepemilikan dan Penghuni

  • Keluarga Djajadiningrat: Rumah ini pernah ditempati oleh anggota keluarga Djajadiningrat, termasuk Hasan Djajadiningrat yang lahir di rumah ini pada tahun 1915. Hasan adalah anak ketiga dari Raden Bagoes Djajawinata, bupati Serang, dan adik dari Achmad Djajadiningrat, bupati Serang dan bupati Batavia pertama. Hasan adalah seorang aktivis pergerakan yang pernah menjadi wakil ketua Indische Partij cabang Banten dan anggota eksekutif Indische Social Democratische Vereeniging (ISDV). Ia juga diangkat sebagai komite administrasi Central Sarekat Islam (CSI) dan kemudian terpilih sebagai ketua Sarekat Islam (SI) di Banten.
  • Mas Rachman: Setelah Hasan Djajadiningrat meninggal pada tahun 1920, tidak ada catatan mengenai penghuni rumah hingga tahun 1952, ketika rumah ini dibeli oleh Mas Rachman. Mas Rachman adalah kepala Sekolah Guru Bawah (SGB) yang dipindahtugaskan dari Tanjungsari, Bogor. Ia menikah dengan Rd. Dewi Soelaehah, keturunan Nataprawiranegara, seorang asisten wedana di Cikeusal. Keluarga Mas Rachman tinggal di rumah ini dan juga menampung sekitar 20 murid SGB dari berbagai daerah seperti Cilegon dan Pandeglang.

Peran dan Fungsi

Umah Budaya Kaujon akan menjadi museum dan tempat kegiatan seni, yang memungkinkan masyarakat belajar sejarah Serang. Pada masa kepemimpinan Hasan Djajadiningrat, Umah Kaujon menjadi saksi bisu pengembangan Sarekat Islam Banten yang memiliki anggota sekitar 16.000 orang. Demi kemajuan pendidikan, SI Banten menerbitkan suratkabar Mimbar dengan Hasan sebagai pemimpin redaksinya. Di bidang ekonomi, SI Banten membentuk Koperasi Piroekoen Priboemi dengan Hasan sebagai direkturnya. Ketika ditempati Mas Rachman, rumah ini berfungsi sebagai tempat tinggal keluarga dan juga menampung murid-murid SGB.

Sumber: https://www.historia.id/article/umah-budaya-kaujon

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Sulukan Wayang...

Oleh Kyas1 | 08 Oct 2026.
Seni Pertunjukan

Deskripsi Penelitian ini bertujuan untuk mencari penjelasan tentang ragam sulukan wayang kulit purwa gaya Yogyakarta versi Timbul Hadi Prayitno, Had...

Musik Liturgi I...

Oleh Kyas1 | 08 Oct 2026.
Musik dan Lagu

Deskripsi Musik liturgi inkulturatif adalah praktik penggunaan musik yang menggabungkan unsur-unsur budaya lokal dalam perayaan liturgi Katolik. Di...

Kereta Singo Ba...

Oleh Kyas1 | 08 Oct 2026.
Alat Musik

Deskripsi Kereta Singo Barong merupakan salah satu objek seni yang tersimpan di Museum Kasepuhan Cirebon. Objek ini mengalami perubahan makna seirin...

Prasasti Kakuru...

Oleh Kyas1 | 07 Oct 2026.
Naskah Kuno dan Prasasti

Deskripsi Fisik Prasasti Kakurugan adalah sebuah tulisan Jawa Kuno. Isi/Kandungan Prasasti ini membahas tentang peran pendekar pada masa Pemerinta...

Gulai Kuning Ik...

Oleh Kyas1 | 07 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Gulai kuning ikan patin adalah hidangan kuliner Nusantara yang terkenal dengan aroma gurih kuah kaya rempah. Hidangan ini memadukan daging...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...