|
|
|
|
|
|
Al-Quran Kuno dan Situ Cangkuang Tanggal 12 Aug 2018 oleh OSKM_19718050_Abyan ArtyasanaPradana_2018. |
Jawa Barat memliki berbgai macam kebudayaan yang layak untuk dilirik dan dikembangkan serta dijaga kelestariannya, baik itu budaya yang berupa ornamen maupun yang berupa sebuah kekayaan alam. Salah satunya yang menarik adalah budaya yang terdapat di daerah Cangkuang, Kabupaten Garut.
Jika berkunjung ke daerah tersebut, teman-teman akan disambut dengan sebuah danau luas yang mengitari pulau kecil di bagian tengahnya. Danau dengan kedalaman mecapai dua meter dengan kadaaan lingkungannya yang bersih, tenang, dan pemandangannya yang indah tersebut bernama Situ Cangkuang. Untuk mengarumi danau tersebut pihak pengelola sudah memperkerjakan penduduk sekitar untuk mengayuh rakit.
Rakit ini terbuat dari bambu yang sangat panjang yang disatukan menjadi satu bagian berbentuk seperti perahu dengan tempat duduk beratap pada tengahnya. Rakit ini benar-benar sangat nyaman dan aman. Kita dapat pula berkunjung ke pulau kecil di tengah danau dengan membayar sebesar Rp 5.000 saja atau membayar sebesar Rp 100.000 agar penjaga rakitnya mau menunggu kita.
Yang membuat Cangkuang tambah menarik ialah adanya Kampung Adat Pulo dan Candi Cangkuang beserta makam yang terdapat di tengah-tengah Situ Cangkuang. Candi tersebut berukuran kecil dan terdapat patung kecil sebagai perwujudan dari Dewa Siwa di dalamnya. Candi tersebut bernama Candi Cangkuang. Selain itu, ada juga sebuah makam dari leluhur kampung adat, yakni Embah Dalem Arief Muhammad yang merupakan tokoh penyebar agama Islam di daerah tersebut.
Tak jauh dari candi terdapat sebuah rumah kecil sebagai museum peninggalan Candi Cangkuang. Tempat ini menyimpan berbagai benda penting peninggalan sejarah yang ditemukan di sana dan juga sejarah mengenai tempat tersebut, dimulai dari asal usul sampai dengan tahun tempat tersebut dijadikan sebagai objek wisata.
Salah satu hal menakjubkan ialah adanya Al-Quran yang ditulis tangan yang berasal dari abad ke-18 dan masih terlihat baik sampai sekarang. Bahkan tulisannya pun masih terlihat dengan jelas. Selain itu, ada juga beberapa kitab atau buku fiqih yang berisikan ajaran Islam yang bertulis tangan dengan menggunakan bahasa arab.
Selain itu, tempat ini juga begitu terkenal di kalangan turis asing yang dibuktikan dengan adanya buku tamu khusus mancanegara yang sudah ada sejak lama. Di dalamnya terdapat berbagai komentar dari para turis yang berpendapat bahwa tempat ini sangat hebat, menarik, bersih, dan nyaman. Turis mancanegara yang datang berkunjung diantaranya berasal dari Australia, Swiss, Jerman, Inggris, dll. Benar-benar tempat yang wajib untuk dikunjungi saat luang.
Sumber : Pengamatan dan wawancara pribadi
Sumber media : Dokumen pribadi
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |