|
|
|
|
|
|
Taman Putroe Phang Tanggal 15 Sep 2026 oleh Kyas1 . |
Taman Putroe Phang terletak di dekat Masjid Baiturrahman dan berseberangan dengan Kerkhof di Jl. Merapi no.37, Sukaramai, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Taman ini menempati area seluas sekitar 1,5 kilometer persegi. Taman ini merupakan alternatif untuk melepas penat di akhir pekan dan menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga. Dulunya, Gunongan dan Taman Putroe Phang merupakan bagian dari satu kompleks kerajaan, namun kemudian dipisahkan oleh jalan yang dibangun oleh penjajah Belanda. Taman ini awalnya digunakan oleh Putri Pahang untuk mandi di sungai Darul Asyiqi (sekarang Krueng Daroy) dan bersantai di atas Gunongan.
Taman ini dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1608 sampai 1636 Masehi untuk istrinya, Putri Pahang. Nama asli taman ini adalah taman Ghairah. Putri Kalimah, seorang putri dari Kerajaan Pahang, Malaysia, menjadi istri Sultan Iskandar Muda. Ia adalah putri yang cantik, bijaksana, dan menjadi penasihat Sultan. Karena Putri Kalimah merasa tidak betah di Aceh dan selalu rindu kampung halamannya, Sultan membangun Gunongan yang menyerupai miniatur pegunungan yang mengelilingi Istana Kerajaan Pahang. Selain itu, Sultan juga membangun Taman Sari yang penuh bunga. Pada awalnya, Gunongan dan Taman Putroe Phang adalah satu kesatuan, namun jalan yang dibangun Belanda memisahkan keduanya. Setelah masa kolonial, taman dan Gunongan ini banyak digunakan oleh militer.
Gunongan dibangun menyerupai miniatur pegunungan yang mengelilingi Istana Kerajaan Pahang untuk melepas kerinduan Putri Pahang. Gunongan dibuat dari bahan pasir, batu kapur, dan kapur perekat, dengan ketinggian 9,5 meter. Pintu masuknya rendah seperti terowongan menuju puncak. Gunongan dapat dilewati dengan menaiki tangga rendah. Putri Pahang biasanya naik dan bersantai di atas Gunongan sambil mengeringkan rambutnya setelah mandi di sungai.
Sumber: https://www.visitbandaaceh.com/wisata-sejarah-taman-putroe-phang-kota-banda-aceh
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |