|
|
|
|
|
|
Arca Kuwera/jambhala Gua Songobranti Tanggal 15 Sep 2026 oleh Kyas1 . |
Arca yang diduga menggambarkan Dewa Kekayaan, yakni Kuwera atau Jambhala, ditemukan di Gua Songobranti. Kondisinya tidak utuh; bagian kepala, tangan, dan atribut utamanya telah hilang, kemungkinan karena pelapukan alami. Bagian tubuh dari panggul hingga kaki masih dapat dikenali dengan posisi duduk. Pada bagian depan arca, terdapat ornamen menyerupai guci di sisi kanan dan kiri. Di bagian atas arca ditemukan endapan berwarna hitam yang diduga sisa pembakaran kemenyan.
Arca ini ditemukan di Gua Songobranti, Pantai Baron, Kalurahan Kemadang, Kapanewan Tanjungsari, Gunungkidul. Gua Songobranti dikenal masyarakat sebagai lokasi yang memiliki nilai spiritual dan sering digunakan untuk kegiatan ritual. Keberadaan fragmen arca ini diyakini merupakan Kuwera atau Jambhala, yang dalam tradisi Hindu-Buddha dikenal sebagai simbol dewa kekayaan. Arca ini dimungkinkan berasal dari abad 9-10 masehi.
Arca ini diyakini melambangkan Dewa Kekayaan, yaitu Kuwera atau Jambhala, dalam tradisi Hindu-Buddha. Temuan artefak ini, bersama dengan endapan sisa pembakaran kemenyan, memperkuat dugaan bahwa arca ini masih dianggap sakral oleh masyarakat dan digunakan sebagai tempat spiritual di masa lalu.
Arca ini segera ditetapkan sebagai cagar budaya baru di Gunungkidul setelah melalui serangkaian kajian ilmiah oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Gunungkidul. Rekomendasi penetapan telah disampaikan ke Bupati Gunungkidul dan sedang menunggu penerbitan Surat Keputusan (SK) Bupati. Penetapan ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan warisan budaya dan diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian serta membuka peluang penelitian lanjutan mengenai sejarah Gua Songobranti dan jejak peradaban Hindu-Buddha di kawasan Pantai Baron.
Identifikasi arca sebagai Kuwera atau Jambhala masih memerlukan penelitian lanjutan. Kajian ikonografi, perbandingan tipologi, dan analisis kontekstual dengan temuan lain di Gua Songobranti masih dibutuhkan untuk memperkuat kesimpulan tersebut.
Sumber: https://jogjapolitan.harianjogja.com/r-1261792/arca-dewa-kekayaan-di-pantai-baron-segera-jadi-cagar-budaya-baru
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |