|
|
|
|
|
|
Arca Totok Kerot Tanggal 10 Aug 2018 oleh OSKM18_16818053_Nabila Husna A. |
Arca Totok Kerot adalah sebuah patung yang berada di Desa Bulusari, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Tepatnya sekitar 2 kilometer dari Simpang Lima Gumul. Arca ini terbuat dari batu andesit, menggambarkan raksasa dengan wajah yang menyeramkan. Jenis arca ini adalah dwarapala, yaitu patung penjaga kuil.
Wajah dan bagian ornamen lainnya menunjukkan bahwa Totok Kerot memiliki ciri fisik wanita. Hal ini tidak biasa karena kebanyakan patung dwarapala menunjukkan ciri fisik pria. Arca Totok Kerot ini tingginya sekitar 3 meter. Rambutnya kusut, menutupi bagian punggung atasnya. Semacam tiara yang sekilas seperti tengkorak dapat terlihat di dahinya, yang juga menutupi bagian telinganya. Matanya melotot, seperti sedang marah
Sama halnya dengan patung dwarapala lainnya, Totok Kerot berlutut dengan satu kaki. Lutut kirinya menyentuh tanah, sedangkan lutut kanannya naik, dan tangan kanannya berada di atas lutut kanan. Tangan kirinya menghilang, jadi tidak di ketahui apakah Totok Kerot awalnya memang memegang sebuah gada (tongkat besar) seperti patung dwarapala lainnya. Semua kaki dan tangannya memakai gelang-gelangan. Di lehernya terdapat kalung dari rangkaian tengkorak, biasanya digunakan oleh pemuja Durga atau Siwa. Terdapat semacam rok yang menggantung pada sabuk di pinggangnya.
Patung ini di temukan pada tahun 1981. Pada tahun 2013, dikarenakan rencana pemerintah lokal untuk melebarkan jalan di depan Arca Totok Kerot, penggalian cepat pun dilakukan, sekalian untuk mencari benda arkeologi lainnya di sekitar Arca. Hal ini juga karena biasanya, patung dwarapala di tempatkan untuk menjaga kuil atau situs penting lainnya. Penggalian ini di lakukan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur.
Penggalian berlangsung selama 6 hari. Tim penggali menggali dengan kedalaman sekitar 1,5 meter di sekitar Arca, di beberapa titik mencapai 4 meter. Meskipun begitu, tidak ditemukan adanya benda-benda arkeologi lainnya. Akhirnya, penggalian pun di hentikan dan lubang-lubang yang ada kembali di tutup. Jalan di depan Arca pun di lebarkan.
Banyak kisah-kisah di kalangan masyarakat yang berkaitan dengan Arca Totok Kerot. Salah satu kisahnya yaitu kisah Putri dari Kerajaan Lodaya yang melamar Raja Jayabaya. Namun, lamaran itu di tolak dan pertempuran pun terjadi. Jayabaya menang dan pada akhirnya mengutuk Putri Lodaya menjadi Arca Totok Kerot.
#OSKMITB2018
Arca Totok Kerot adalah sebuah patung yang berada di Desa Bulusari, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Tepatnya sekitar 2 kilometer dari Simpang Lima Gumul. Arca ini terbuat dari batu andesit, menggambarkan raksasa dengan wajah yang menyeramkan. Jenis arca ini adalah dwarapala, yaitu patung penjaga kuil.
Wajah dan bagian ornamen lainnya menunjukkan bahwa Totok Kerot memiliki ciri fisik wanita. Hal ini tidak biasa karena kebanyakan patung dwarapala menunjukkan ciri fisik pria. Arca Totok Kerot ini tingginya sekitar 3 meter. Rambutnya kusut, menutupi bagian punggung atasnya. Semacam tiara yang sekilas seperti tengkorak dapat terlihat di dahinya, yang juga menutupi bagian telinganya. Matanya melotot, seperti sedang marah
Sama halnya dengan patung dwarapala lainnya, Totok Kerot berlutut dengan satu kaki. Lutut kirinya menyentuh tanah, sedangkan lutut kanannya naik, dan tangan kanannya berada di atas lutut kanan. Tangan kirinya menghilang, jadi tidak di ketahui apakah Totok Kerot awalnya memang memegang sebuah gada (tongkat besar) seperti patung dwarapala lainnya. Semua kaki dan tangannya memakai gelang-gelangan. Di lehernya terdapat kalung dari rangkaian tengkorak, biasanya digunakan oleh pemuja Durga atau Siwa. Terdapat semacam rok yang menggantung pada sabuk di pinggangnya.
Patung ini di temukan pada tahun 1981. Pada tahun 2013, dikarenakan rencana pemerintah lokal untuk melebarkan jalan di depan Arca Totok Kerot, penggalian cepat pun dilakukan, sekalian untuk mencari benda arkeologi lainnya di sekitar Arca. Hal ini juga karena biasanya, patung dwarapala di tempatkan untuk menjaga kuil atau situs penting lainnya. Penggalian ini di lakukan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur.
Penggalian berlangsung selama 6 hari. Tim penggali menggali dengan kedalaman sekitar 1,5 meter di sekitar Arca, di beberapa titik mencapai 4 meter. Meskipun begitu, tidak ditemukan adanya benda-benda arkeologi lainnya. Akhirnya, penggalian pun di hentikan dan lubang-lubang yang ada kembali di tutup. Jalan di depan Arca pun di lebarkan.
Banyak kisah-kisah di kalangan masyarakat yang berkaitan dengan Arca Totok Kerot. Salah satu kisahnya yaitu kisah Putri dari Kerajaan Lodaya yang melamar Raja Jayabaya. Namun, lamaran itu di tolak dan pertempuran pun terjadi. Jayabaya menang dan pada akhirnya mengutuk Putri Lodaya menjadi Arca Totok Kerot.
#OSKMITB2018
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |