×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Sistem Penanggalan

Elemen Budaya

Naskah Kuno dan Prasasti

Provinsi

Jawa Tengah

Kalender Jawa

Tanggal 12 Aug 2018 oleh OSKM_16518101_Hollyana Haryono.

Jawa merupakan salah satu suku yang memiliki kalendernya sendiri, yang sampai sekarang masih cukup banyak yang menggunakannya sebagai penanggalan sehari-hari dalam kebudayaan Jawa.  Kalender Jawa mengandung keistimewaan karena merupakan akulturasi dari sistem penanggalan Islam, Hindu, dan Julian.

Kalender ini pertama kali digunakan di Kerajaan Mataram Islam. Ketika itu, dekrit dari Sultan Agung Hanyokrokusumo (Raja Mataram Islam) penanggalan Jawa menjadi kelanjutan dari penanggalan Saka yang sebelumnya digunakan. Penanggalan Jawa menggunakan sistem seperti penanggalan Hijriah, dimana perhitungannya dengan mengamati perputaran bulan/lunar. Tujuan Sultan Agung sendiri dalam mengubah penanggalan ini karena dia ingin menyebarkan agama Islam kepada rakyatnya. Sistem ini berlaku di seluruh daerah Jawa dan Madura yang merupakan daerah kekuasaan Kerajaan Mataram.

Penggunaan kalender Saka yang awalnya berdasarkan perputaran matahari digantikan dengan kalender Jawa yang berdasarkan perputaran bulan. Maka dari itu, saat ini tahun Saka dan tahun Jawa terpaut lebih dari 11 tahun dikarenakan perbedaan 10 hari didalam total hari dalam setahunnya.

Perbedaan tahun Hijriah dengan tahun Jawa ada pada nama-nama hari dan bulan yang diubah menggunakan bahasa Jawa. Berikut nama-nama bulan Hijriah yang diganti dengan nama-nama bulan Jawa :

1. Muharram (Tahun Hijriyah) = bulan Suro (Tahun Jawa)
2. bulan Shafar = Sapar,
3. bulan Rabi’ul Awal = Maulud,
4. bulan Rabi’ul Tsani = Bakda Maulud,
5. bulan Jumadil Ula = Jumadil Awal,
6. bulan Jumadil Tsaniyah = Jumadil Akir,
7. bulan Rajab = Rejeb,
8. bulan Sya’ban = Ruwah,
9. bulan Ramadhan = Pasa,
10. bulan Syawwal = Sawal,
11. bulan Dzulqa’dah = Dulkaidah, dan
12. bulan Dzulhijjah = Besar

Berikut nama-nama hari Jawa :

1.      Radite • Minggu, melambangkan meneng (diam)

2.      Soma • Senin, melambangkan maju

3.      Hanggara • Selasa, melambangkan mundur

4.      Budha • Rabu, melambangkan mangiwa (bergerak ke kiri)

5.      Respati • Kamis, melambangkan manengen (bergerak ke kanan)

6.      Sukra • Jumat, melambangkan munggah (naik ke atas)

7.      Tumpak • Sabtu, melambangkan temurun (bergerak turun)

 

Setiap 8 tahun Jawa digabung menjadi satu periode yang bernama satu Windu (seperti kalender Tiong Kok dan Jepang yang menggabungkan setiap 12 tahunnya).

Jumlah 2835 hari genap dibagi 35 / selapan (hari pasaran)

Nama-nama tahun tersebut adalah sebagai berikut :

1.      Purwana • Alip, yang artinya ada-ada (mulai berniat)

2.      Karyana • Ehe, yang artinya tumandang (melakukan)

3.      Anama • Jemawal, yang artinya gawe (pekerjaan)

4.      Lalana • Je, yang artinya lelakon (proses, nasib)

5.      Ngawana • Dal, yang artinya urip (hidup)

6.      Pawaka • Be, yang artinya bola-bali (selalu kembali)

7.      Wasana • Wawu, yang artinya marang (kearah)

8.      Swasana • Jimakir, yang kartinya suwung (kosong)

 

Terdapat dua siklus yang digunakan, yakni siklus tujuh hari (Siklus mingguan)  dan siklus lima hari (Siklus pekan pancawara). 

 

 

 

 

 

Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Kalender_Jawa
https://jagadjawi.wordpress.com/2010/01/17/asal-muasal-kalender-jawa/
https://www.facebook.com/notes/isyana-dewa-isyana/asal-mula-kalender-jawa/10150469560251761/
https://dmasaji.wordpress.com/2010/12/08/asal-mula-kalenderpenanggalan-jawa

 

 

 

DISKUSI


TERBARU


Lagu Banjar

Oleh Kyas1 | 15 Sep 2026.
Musik dan Lagu

Jenis-jenis Lagu Banjar Terdapat tiga jenis utama lagu Banjar yang berkembang berdasarkan wilayah geografisnya, yaitu lagu Rantauan, Pandahan, dan P...

Rumah Adat Banj...

Oleh Kyas1 | 15 Sep 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Rumah Adat Banjar Gajah Baliku adalah salah satu dari dua rumah adat Banjar legendaris yang terletak di Teluk Selong, kurang lebih 3,2 kil...

Gonjong Rumah G...

Oleh Kyas1 | 15 Sep 2026.
Produk Arsitektur

Apa Itu Gonjong Rumah Gadang? Gonjong adalah bagian paling khas dari Rumah Gadang, rumah adat masyarakat Minangkabau. Ini merujuk pada ujung atap ya...

Taman Putroe Ph...

Oleh Kyas1 | 15 Sep 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Taman Putroe Phang terletak di dekat Masjid Baiturrahman dan berseberangan dengan Kerkhof di Jl. Merapi no.37, Sukaramai, Kec. Baiturrahma...

Arca Kuwera/jam...

Oleh Kyas1 | 15 Sep 2026.
Naskah Kuno dan Prasasti

Deskripsi Arca yang diduga menggambarkan Dewa Kekayaan, yakni Kuwera atau Jambhala, ditemukan di Gua Songobranti. Kondisinya tidak utuh; bagian kepa...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...