|
|
|
|
|
|
LIRIK DILIRIK "LURIK" KU #DaftarSB19 Tanggal 12 Feb 2019 oleh Hastisakti . |
Pernah denger mengenai kain Lurik? Eh, bukan. Bukan lirik tapi lurik. Kenalan yuk, dengan kain lurik.
Lurik merupakan nama kain, kata lurik sendiri berasal dari bahasa Jawa, lorek yang berarti garisgaris, yang merupakan lambang kesederhanaan. Sederhana dalam penampilan maupun dalam pembuatan namun sarat dengan makna (Djoemena, Nian S., 2000). Selain berfungsi untuk menutup dan melindungi tubuh, lurik juga memiliki fungsi sebagai status simbol dan fungsi ritual keagamaan. Motif lurik yang dipakai oleh golongan bangsawan berbeda dengan yang digunakan oleh rakyat biasa, begitu pula lurik yang dipakai dalam upacara adat disesuaikan dengan waktu serta tujuannya.
Nama motifnya diperoleh dari nama flora, fauna, atau dari sesuatu benda yang dianggap sakral. Motif lurik tradisional memiliki makna yang mengandung petuah, cita-cita, serta harapan kepada pemakainya. Namun demikian saat ini pengguna lurik semakin sedikit dibandingkan beberapa puluh tahun yang lalu. Perajinnya pun dari waktu ke waktu mulai menghilang.
Pada dasarnya lurik memiliki 3 motif dasar, yaitu:
motif lajuran dengan corak garis-garis panjang searah sehelai kain
motif pakan malang yang memiliki garis-garis searah lebar kain,
motif cacahan adalah lurik dengan corak kecil-kecil.
Kain lurik terbuat dari bahan seratÃâàkapas, serat kayu, serat sutera, dan ada juga yang menggunakan serat sintetis. Secara tradisional pembuatan kain ini menggunakan alat tenun ATBM. Proses pembuatan benang pun masih tradisional, dengan cara memintal serat dengan tangan.
Penggunaan kain lurik sudah berkembang dengan dikreasikan pada model pakaian. Dengan berbagai kreativitas, kini kain lurik menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemarnya.
Lurik bukan hanya sebuah komoditi, akan tetapi merupakan sebuah karya seni bernilai sejarah sebagai perwujudan nilai-nilai kesederhanaan, kesabaran, dan keluhuran. Lurik tak sekedar kain bermotif lurus, lurik adalah warisan budaya nenek moyang yang memiliki nilai-nilai luhur di dalamnya dan harus dilestarikan. Maka dari itu, Jussy Rizal sang pemilik mengatakan, "Jika anda mengerti negeri ini dengan berbagai budayanya, maka anda akan dapat memahami alasan mengapa kami (Kurnia Lurik) mempertahankan lurik ini", ujarnya menutup perbincangan kala itu.
Semua tulisan dan tulisan bersumber dari:
http://www.kain-lurik.com/artikel/6-sejarah-lurik
https://www.bahankain.com/2014/04/13/mengenal-kain-lurik-dan-sejarahnya
https://www.maioloo.com/travelogue-id/tenunan-kisah-dalam-selarik-kain-lurik/
https://www.hipwee.com/style/selain-kebaya-inilah-ragam-inspirasi-kain-lurik-yang-kekinian-lumayan-buat-kartinian/
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |