|
|
|
|
|
|
Legenda Buaya Putih di Sungai Bekasi Tanggal 05 Aug 2018 oleh OSKM18_16618246_Alamsyah Noorkala Madani. |
Bagi warga asli Bekasi, tentunya pernah mendengan usut-usut kalau di salah satu sungai besar di kota ini terdapat buaya putih. Bagi kaum millenial, tentunya kita cenderung mengabaikan dan tidak memedulikan cerita-cerita tersebut. Namun, justru dengan legenda-legenda ini lah turut memperkaya kemajemukan budaya sastra di Tanah Air tercinta.
Namanya juga cerita rakyat, tentunya kisah-kisah yang di luar nalar itu disebarkan secara turun-temurun. Begitupun ke saya sendiri, yang merupakan warga asli Kota Bekasi.
Singkatnya ceritanya seperti ini.
Dahulu kala, hiduplah seorang saudagar kaya dan anak gadisnya yang tinggal di Sungai Bekasi. Gadis itu tumbuh menjadi seorang wanita yang cantik dan juga memiliki ilmu yang sangat tinggi dalam hal bela diri. Karena tak kunjung menikah, ayahnya mengadakan sebuah sayembara yang mana apabila calon menantu berhasil mengalahkan Sang Gadis dalam hal bela diri, maka orang tersebut dapat memperistrinya.
Berbagai pendekar pun berdatangan ingin menantang Sang Gadis. Pertandingan berlanjut, namun belum ada satu pun yang dapat mengalahkan Sang Gadis. Sesaat sebelum mengakhiri sayembara tersebut, tiba-tiba datang seorang pemuda gagah yang menantang Sang Gadis. Mereka pun bertanding. Begitu mengejutkan, pemuda gagah tersebut berhasil mengalahkan Sang Gadis. Alhasil, Sang Pemuda ini dibolehkan untuk menikahi Sang Gadis.
Setelah menikah, mereka dikaruniai seorang anak yang lucu.
Pada suatu hari, Sang Pemuda ingin membicarakan sesuatu kepada Sang Gadis. Sang Pemuda memberi tahu suatu hal yang telah dirahasiakan kepadanya. Ternyata, Sang Pemuda merupakan jelmaan buaya putih dari Sungai Bekasi tersebut. Dia juga menjelaskan bahwa tujuan awal dia mengikuti sayembara tersebut adalah mendapatkan keturunan hybrid antara manusia dan buaya. Sang Pemuda terpaksa melakukan itu karena kerajaan buaya sedang diancam dengan keberadaaan raja jahat yang sangat sakti. Tidak ada yang mampu menaklukkannya kecuali keturunan buaya-manusia. Oleh karena itu, Sang Pemuda ingin pergi membawa anaknya kembali ke sungai.
Dengan berat hati, mereka harus berpisah. Sang Gadis pun mengamanahkan kepada warga sekitar agar tidak mengotori sungai tersebut.
T H E E N D
Begitulah cerita rakyat seputar buaya putih yang beredar di Bekasi.
#OSKMITB2018
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |