×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Bela Diri

Elemen Budaya

Permainan Tradisional

Provinsi

Sumatera Barat

Pencak Silat, Seni Beladiri Asli Minang Yang Kini Kurang Diminati

Tanggal 09 Aug 2018 oleh OSKM18_19918221_Shinta Sania.

PENCAK SILAT, SENI BELADIRI ASLI MINANG YANG KINI KURANG DIMINATI

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari banyak suku dan budaya. Masing-masing suku juga memiliki kekhasannya masing-masing. Salah satunya adalah di Provinsi Sumatera Barat yang merupakan asal suku dari “Suku Minangkabau” yang khas dengan permainan pencak silatnya.

Pencak silat merupakan salah satu permainan anak nagari yang masih bertahan sampai sekarang, meskipun sudah sedikit jarang terlihat. Biasanya orang-orang juga menyebutnya dengan silat tradisional. Di desa-desa dan nagari-nagari, pencak silat ini masih dipelajari oleh pemuda dan remaja. Permainan ini masih menjadi kebanggaan generasi muda minangkabau.

Pencak silat terdiri dari dua kata yaitu pencak dan silat. Pencak yang berarti permainan dan silat yang merupakan gerakan dalam seni bela diri. Didalam silat ada beberapa aliran yaitu “Silek Lintau, Silek Kumango, Silek Balubuih, dan Silek Pauah”. Silek Lintau berasal dari Nagari Lintau, Silek Kumango berasal dari Nagari Kumango, keduanya terdapat di Kabupaten Tanah Datar, sedangkan Silek Balubuih berasal dari Nagari Balubuih Limo Puluah Koto dan silek Pauah berasal dari nagari Pauah Kota Madya Padang Sumatera Barat.

Pencak adalah permainan yang dilakukan oleh dua orang. Permainan dilakukan dalam bentuk perkelahian pura-pura dengan menggunakan gaya dan gerakan silat, tetapi tidak untuk mencederai lawan. Tujuan pencak tersebut hanyalah untuk memperagakan gerakan silat. Fungsinya lebih banyak sebagai hiburan daripada beladiri.

Silat berguna untuk beladiri yang keutamaannya adalah sebagai pertahanan. Jika tidak sangat terpaksa pesilat tidak akan menyerang. Hal itu sesuai dengan ikrar pesilat minang “musuah pantang dicari, batamu pantang dielak-an” (musuh pantang dicari, bertemu pantang dielakkan). Gerakan silat ini juga digunakan dalam kesenian randai.

Pada zaman sekarang ini permainan pencak silat sedikit berkurang peminatnya. Menurut Ilham, seorang atlet, pelatih sekaligus wasit di Perguruan Ampu Silang ini menjelaskan, "Kurangnya minat orang minang mengikuti silat ini adalah sudut pandang mereka yang menilai bahwa yang ada di dalam silat hanyalah kekerasan. Akan tetapi, sudut pandang mereka itu sedikit salah. Di dalam silat, terdapat berbagai nilai seni, moral, serta nilai agama, bukan hanya 'kekerasan'. Intinya, silat itu seni beladiri, untuk membela dan mempertahankan diri, serta juga bisa untuk melindungi orang lain" ujarnya.

Berdasarkan apa yang sudah dijelaskan sebelumnya, didalam permainan pencak silat tidak bertujuan untuk mencari musuh tetapi kalau ada musuh yang datang dengan sendirinya juga pantang untuk dihindari sesuai dengan pantun minang :

Ka hilia jalan ka Padang

Ka mudiak jalan Ulakan

Kok musuah indak dihadang

Tasuo nan indak ba ilakkan

 

Ke hilir jalan ke Padang

Kemudik jalan Ulakan

Kalau musuh tidak dihadang

Bersua tidak dielakkan

 

Maka dari itu, sebagai generasi minang, sudah seharusnya kita mempertahankan kebudayaan khas kita ini. Sehingga nantinya pencak silat dapat dinilai dari berbagai aspek keindahannya dan mengurangi serta menghilangkan kesalahpahaman bahwa di dalam silat itu hanyalah ada kekerasan. Karena jika semakin berkurang dan berkurang peminatnya, maka seni beladiri ini akan mudah diklaim pihak lain dan 'punah' begitu saja. Jadi marilah kita sebagai generasi minangkabau untuk tetap menjaga keberadaan pencak silat ini dengan tetap mempelajarinya ataupun dengan berbagai usaha kreatif lainnya untuk mengenalkan silat kepada khalayak ramai. Seperti dengan membuat novel, ataupun menggarap film dengan unsur silat di dalamnya.

 

beberapa dikutip dari : Islam dan Budaya Minangkabau, oleh Drs. H. Zulfahmi HB, M.Hum Tahun 2017

 

 

#OSKM2018

DISKUSI


TERBARU


Telangkai Melay...

Oleh Kyas1 | 20 Sep 2026.
Ritual

Deskripsi Telangkai adalah sosok yang memahami tata cara, bahasa, pantun, syair, serta nilai-nilai adat Melayu. Peran ini dulu dikenal dengan istila...

Legenda Sumur P...

Oleh Kyas1 | 20 Sep 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Legenda ini berawal dari Kerajaan Nayan Sakti, sebuah kerajaan makmur di pesisir Pulau Sumatra yang dipimpin oleh Raja Umpu Kuning dan permai...

Tari Melinting

Oleh Kyas1 | 20 Sep 2026.
Tarian

Deskripsi Tari Melinting adalah tarian tradisional dari Indonesia yang dikenal dengan gerakan tubuh yang harmonis, dinamis, dan ekspresif. Tarian in...

Perahu Getek

Oleh Kyas1 | 20 Sep 2026.
Ornamen

Deskripsi Perahu getek adalah alat transportasi sungai khas Palembang yang digunakan untuk mengangkut barang dan orang. Perahu ini terbuat dari kayu...

Tobo Safar

Oleh Kyas1 | 19 Sep 2026.
Ritual

Deskripsi Tobo Safar, atau mandi safar, merupakan upacara adat yang telah turun temurun dilakukan oleh masyarakat Maluku Utara, khususnya di Kota Ti...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...