|
|
|
|
|
|
Legenda Sumur Putri Tanggal 20 Sep 2026 oleh Kyas1 . |
Legenda ini berawal dari Kerajaan Nayan Sakti, sebuah kerajaan makmur di pesisir Pulau Sumatra yang dipimpin oleh Raja Umpu Kuning dan permaisurinya, Puti Balam Emas. Mereka memiliki dua putri cantik, Puti Mayang Belu dan Puti Rindang Perak, yang dikenal karena keanggunan, kecintaan pada kerajinan tapis, dan dedikasi merawat Taman Swarnadwipa. Suatu ketika, gelombang besar menghancurkan kerajaan, menyebabkan istana rata dengan tanah. Raja Umpu Kuning hilang di laut, permaisuri dan para pangeran juga hilang. Hanya kedua putri yang selamat setelah mengungsi ke perbukitan. Setelah bencana, kedua putri membangun kembali kerajaan dengan nama Kerajaan Nayan Sakti Baru. Dalam masa pemulihan ini, Pangeran Niro Pamuncak, putra dari Raja Kalung Mago (saudara angkat Raja Umpu Kuning), datang membawa bantuan dan harapan. Kehadiran pangeran disambut suka cita, dan ia membantu membangun kembali taman yang dinamai Taman Enggal. Benih cinta tumbuh di hati kedua putri untuk sang pangeran. Namun, Pangeran Niro memilih Puti Mayang Belu sebagai pasangannya. Lamaran diterima, dan mereka menikah lalu berangkat ke Negeri Seberang. Puti Rindang Perak, yang juga mencintai pangeran, menyembunyikan lukanya demi kebahagiaan kakaknya. Kesedihan Puti Rindang Perak mendalam setelah ditinggal satu-satunya keluarga yang tersisa. Ia meninggalkan istana dan memilih bertapa di tepi sungai yang kelak dikenal sebagai Kali Akar, di bawah pohon rindang. Di sanalah ia menghabiskan hari-hari terakhirnya dengan doa dan renungan. Setelah kepergian Puti Rindang Perak, dari tempat pertapaannya muncul mata air panas. Masyarakat percaya air ini melambangkan air mata dan kesucian hatinya. Mata air tersebut kemudian dikenal sebagai Sumur Puti Rindang Perak, yang kini lebih populer sebagai Sumur Putri.
Sumur Putri saat ini menjadi nama sebuah kelurahan di Telukbetung, Bandar Lampung. Meskipun ada pembangunan dan industrialisasi yang mengubah kawasan sekitarnya, nilai budaya dan spiritual dari Sumur Putri tetap lestari dalam ingatan kolektif warga. Kisah ini mengajarkan tentang ketegaran dalam menghadapi bencana, pengorbanan demi cinta, makna spiritual dari kesedihan, dan kearifan lokal dalam menjaga lingkungan dan sejarah. Legenda Sumur Putri bukan sekadar dongeng, melainkan cerminan sejarah, budaya, dan nilai luhur masyarakat Lampung yang membentuk identitas suatu daerah.
Sumber: https://www.sekotabumi.id/travel/legenda-sumur-putri-kisah-cinta-kesedihan-dan-jejak-sejarah-di-bandar-lampung
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |