|
|
|
|
|
|
"Pupuh" Nyayian Tembang Tradisional Bali Tanggal 05 Aug 2018 oleh OSKM_19818043_Nadya Yasmin Dicky. Revisi 5 oleh OSKM_19818043_Nadya Yasmin Dicky pada 05 Aug 2018. |
Seperti banyak daerah-daerah di Indonesia, Bali pun mempunyai berbagai naungan tembang tradisional unik yang disebut dengan "Pupuh". Terdapat beberapa macam pupuh yang memiliki arti dan aturan penulisan lirik tersendiri. Aturan-aturan yang digunakan dalam penulisan lirik Pupuh disebut dengan padanglisa yang biasanya mengatur jumlah suku kata/baris dan rima vokal terakhir dari Pupuh tersebut.
Pupuh ini biasanya dinyanyikan saat pelaksanaan upacara adat. Pupuh dan padalingsa-nya termasuk dalam kurikulum muatan lokal mata pelajaran Basa Bali untuk siswa siswi yang berdomisili di Bali, hal tersebut merupakan upaya untuk melestarikan budaya tradisional dan penanaman wawasan kultur kepada siswa untuk diaplikasikan saat upacara adat. Lirik dalam Pupuh dapat diubah sesuai keinginan asalkan sesuai dengan aturan padalingsa (baris dan vokalnya).
Beberapa jenis Pupuh yang terkenal adalah Pupuh Sinom, Pupuh Maskumambang, Pupuh Ginada, Pupuh Ginanti, Pupuh Mijil, Pupuh Pangkur, Pupuh Durma, Pupuh Smaradhana, Pupuh Dadanggula, Pupuh Pucung, dan masih banyak lagi. Masing-masing pupuh mempunyai nada yang berbeda dengan adlibs, dinamik, intonasi, dan melodi tersendiri.
Berikut aturan padalingsa untuk beberapa Pupuh :
1. Pupuh Sinom mempunyai padanglisa dengan 10 baris yang tersusun dari 8a,8i,8a,8i,8i,8u,8a,8i,4u,8a. Artinya baris pertama terdapat 8 suku kata dan huruf vokal terakhir dari baris pertama adalah a. Baris kedua terdapat 8 suku kaya dengan vokal terakhir i, dan seterusnya.
2. Pupuh Maskumambang mempunyai padanglisa dengan 5 baris yang tersusun dari 4u,8i,6a,8i,8a. Artinya baris pertama terdapat 4 suku kata dan huruf vokal terakhir dari baris pertama adalah u. Baris kedua terdapat 8 suku kaya dengan vokal terakhir i, dan seterusnya.
3. Pupuh Ginada mempunyai padanglisa dengan 7 baris yang tersusun dari 8a,8i,8a,8u,8a,4i,8a. Artinya baris pertama terdapat 8 suku kata dan huruf vokal terakhir dari baris pertama adalah a. Baris kedua terdapat 8 suku kaya dengan vokal terakhir i, dan seterusnya.
4. Pupuh Ginti mempunyai padanglisa dengan 6 baris yang tersusun dari 8u,8i,8a,8i,8a,8i. Artinya baris pertama terdapat 8 suku kata dan huruf vokal terakhir dari baris pertama adalah u. Baris kedua terdapat 8 suku kaya dengan vokal terakhir i, dan seterusnya.
5. Pupuh Mijil mempunyai padanglisa dengan 7 baris yang tersusun dari 4u,6i,6o,10e,10i,6i,6u. Artinya baris pertama terdapat 4 suku kata dan huruf vokal terakhir dari baris pertama adalah u. Baris kedua terdapat 6 suku kaya dengan vokal terakhir i, dan seterusnya.
#OSKMITB2018
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |