×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Tradisi

Elemen Budaya

Alat Musik

Provinsi

Jawa Barat

Asal Daerah

Sukabumi

Sawarga Roadshow

Tanggal 14 Aug 2018 oleh Oskm18_16018057_anisa .

Seni budaya menjadi bagian tak terpisahkan dari pengembangan Ciletuh-Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sebagai kawasan Geopark dunia. Sudah seharusnya Ciletuh memiliki garapan musik yang kelak bisa menjadi identitas kawasan ini.

Melihat kondisi ini sejumlah komunitas seni budaya yang bermitra dengan Paguyuban Alam Pakidulan (PAPSI), pun melahirkan garapan musik yang diberi nama Sawarga.

Sawarga sendiri merupakan garapan musik hasil eksplorasi para seniman terhadap hampir seluruh seni musik tradisi yang ada di kawasan ini, meramunya dalam sebuah komposisi nada yang harmonis, hingga meski berakar kuat pada tradisi karya musik tesebut, tetap bisa dinikmati oleh bangsa asing sekalipun.

Jenis musik yang diusung Sawarga, merupakan progresif kontemporer. Menurut Agus Ridwan, selaku Produser Sawarga, untuk detil musik dipercayakan kepada Chanra Hardy Nugraha (29 tahun), seniman yang penah besar di Kecamatan Waluran, sementara buat manajerial dipegang Noer Ramlan (39 tahun), seniman yang juga merupakan pengurus PAPSI.

"Sawarga terlahir dari komunitas yang peduli terhadap Ciletuh. Komunitas melihat perlunya Ciletuh memiliki identitas mewakili sembilan kecamatan yang saat ini termasuk ke dalam kawasan Geopark dan semua itu kita jawab dengan musik," tuturnya kepada sukabumiupdate.com dalam salah satu kesempatan baru-baru ini.

Agus menjelaskan, dengan materi Kacapi 12 atau Kacapi buhun, sebagai instrumen musik utama, dicoba dikawinkan dengan waditra Bambu dalam musik Sawarga.

"Bambu hingga saat ini merupakan elemen alam yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan orang Sunda, termasuk dalam bidang musik, bahkan beberapanya tergolong dalam waditra buhun, seperti Karinding, dan Celempung, juga Suling. Sementara sisanya adalah alat musik Bambu hasil eksplorasi, seperti lodong, bonceret, dan toleat." Jelas Agus seraya menambahkan pemilihan alat musik Bambu sebagai instrumen musik dalam garapannya.

Di usianya yang baru menginjak delapan bulan lanjut Agus, Sawarga telah memiliki lima buah lagu, dan secara militan menggelar pertunjukan-pertunjukan di setiap kecamatan yang termasuk dalam kawasan Geopark.

Dari sembilan kecamatan tersebut, tinggal empat kecamatan lagi yang belum. Target kita, bulan depan Sawarga sudah pentas di seluruh kecamatan yang termasuk dalam Geopark. Dalam setiap pementasan, Sawarga tidak sendiri, di situ kita tampilkan juga musik Karinding dari komunitas Karasukan, dan etnik kontemporer dari Komunitas Sketsa, sambil terus mensosialisasikan keberadaan Geopark kepada masyarakat, serta sambil merangsang kesadaran budaya di tiap-tiap tempat yang dikunjungi," bebernya.

Ditanya tentang target kedepannya, Agus menjelaskan, akan membawa Sawarga tampil di festival musik tingkat nasional, dan terus berusaha mencari peluang, agar Sawarga bisa tampil di pentas dunia.

"Jangan hanya keindahan alamnya saja, dunia pun harus tahu kekayaan seni tradisi yang dimiliki Ciletuh Geopark, salah satunya adalah musik," tutupnya.

Reporter : DIMAS DR/Kontributor Redaktur : RUDI RUSMANA Sumber : Dimas DR E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com

DISKUSI


TERBARU


Lagu Banjar

Oleh Kyas1 | 15 Sep 2026.
Musik dan Lagu

Jenis-jenis Lagu Banjar Terdapat tiga jenis utama lagu Banjar yang berkembang berdasarkan wilayah geografisnya, yaitu lagu Rantauan, Pandahan, dan P...

Rumah Adat Banj...

Oleh Kyas1 | 15 Sep 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Rumah Adat Banjar Gajah Baliku adalah salah satu dari dua rumah adat Banjar legendaris yang terletak di Teluk Selong, kurang lebih 3,2 kil...

Gonjong Rumah G...

Oleh Kyas1 | 15 Sep 2026.
Produk Arsitektur

Apa Itu Gonjong Rumah Gadang? Gonjong adalah bagian paling khas dari Rumah Gadang, rumah adat masyarakat Minangkabau. Ini merujuk pada ujung atap ya...

Taman Putroe Ph...

Oleh Kyas1 | 15 Sep 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Taman Putroe Phang terletak di dekat Masjid Baiturrahman dan berseberangan dengan Kerkhof di Jl. Merapi no.37, Sukaramai, Kec. Baiturrahma...

Arca Kuwera/jam...

Oleh Kyas1 | 15 Sep 2026.
Naskah Kuno dan Prasasti

Deskripsi Arca yang diduga menggambarkan Dewa Kekayaan, yakni Kuwera atau Jambhala, ditemukan di Gua Songobranti. Kondisinya tidak utuh; bagian kepa...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...