×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Kuliner

Elemen Budaya

Makanan Minuman

Provinsi

Jawa Tengah

Tiwul, makanan legendaris yang manis

Tanggal 14 Aug 2018 oleh Oskm18_16218036_putri .

TIWUL    
MAKANAN LEGENDARIS YANG MANIS


                  Makanan ini termasuk makanan bersejarah di Provinsi Jawa Tengah. Maka bagi masyarakat Jawa Tengah sudah tidak asing lagi mendengar nama makanan tersebut, terutama masyarakat yang telah berusia lanjut, karena pada masa 1960-an banyak masyarakat yang tertindas dalam hal materi untuk bertahan hidup dan begitu dengan dalam hal pendidikan yang pada saat itu banyak masyarakat yang memiliki mainset tertinggal dalam hal pendidikan yang seakan-akan pendidikan itu tidak penting untukdirambah oleh anak-anaknya.

               Maka untuk mengatasi masalah dalam hal pangan untuk bertahan hidup, masyarakat Jawa Tengah membuat inovasi pangan pada saat itu. Di mana inovasi tersebut menciptakan makanan yang mudah didapat dan murah untuk kalangan menengah ke bawah, bukan hanya mudah didapat dan murah namun juga mudah untuk dibuatdan cukup untuk membuat perut merasa kenyang lebih lama dengan mengonsumsinya. Itu lah bagaimana makanan legendaris yang akhirnya diberi nama tiwul ini dapat membuat masyarakat di kalangan menengah ke bawah dapat bertahan hidup.
Makanan yang sering disebut tiwul terbuat dari bahan dasar singkong. Sesuai dengan yang dikatakan di atas, bahwa singkong merupakan bahan dasar yang mudah didapat, murah, dan cara mengolah singkong tidak rumit.

                 Lalu bagaimana cara pembuatan tiwul yang dibilang cukup mudah tersebut? Pertama, singkong yang sudah didapat dikupas terlebih dahulu. Pengupasan dapat menggunakan pisau. Setelah dikupas, singkong dijemur. Penjemuran dapat menggunakan tampah. Dijemur kurang lebih selama satu minggu, penjemuran memang cukup lama karena singkong yang dijemur harus sampai benar-benar kering.

               Setelah penjemuran usai, singkong yang kering tersebut diangkat dan dilakukan pencucian dengan air yang bersih. Setelah singkong dicuci, singkong dijemur kembali selama empat hari. Waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan penjemuran pertama. Setelah melewati empat hari pada tahap penjemuran kedua, singkong diangkat dan dilakukan penumbukan atau penggilingan untuk menghasilkan tepung yang bertekstur halus. Penumbukan dapat dilakukan dengan menggunakan lesung yang biasanya terbuat dari kayu. Sedangkan penggilingan dapat dilakukan dengan menggunakan gilingan beras yang umum digunakan untuk membuat tepung beras. Setelah melalui tahap penumbukan atau pun tahap penggilingan tersebut hingga menciptakan tepung singkong yang bertekstur halus, tepung singkong siap untuk dimasak.
Cara pemasakan tepung singkong hingga menjadi tiwul cukup mudah. Yang pertama dapat dilakukan ialah tepung singkong yang sudah siap dicampurkan dengan sejumlah air didalam wadah yang sudah disediakan. Setelah dicampurkan hingga menjadi sebuah adonan dilakukan tahap pengukusan hingga matang. Pengukusan dapat dilakukan dengan menggunakan langseng atau menggunakan alat dapur lainnya yang dapat digunakan untuk mengukus. Pengukusan memerlukan waktu sekitar setengah jam lamanya. Setelah matang, tiwul diangkat dan siap disajikan. Cukup mudah bukan?

              Eits, tunggu sebentar tiwul di sini bukan menjadi lauk-pauk saja untuk masyarakat Jawa Tengah, namun tiwul juga dijadikan makanan pokok layaknya seperti nasi yang terbuat dari beras. Mengapa masyarakat Jawa Tengah pada kalangan menengah ke bawah lebih memilih tiwul sebagai makanan pokok mereka dibandingkan dengan nasi yang lazim kita santap sebagai hidangan sehari-hari? Karena tiwul lebih bersifat ekonomis bagi mereka, karena pada saat itu beras adalah hal yang cukup mahal dan hanya orang-orang tertentu yang dapat menyantap nasi sebagi hidangan sehari-hari mereka.

              Lauk-pauk yang dapat dihidangkan atau disantap bersama tiwul dapat beraneka ragam, dapat menggunakan sayur-mayur yang berkuah ataupun urap yakni sayuran yang dikombinasikan dengan parutan kelapa. Untuk  masyarakat yang tidak ingin menjadikan tiwul menjadi makanan pokok, namun menjadi makanan ringan biasa, butuh pemasakan ekstra yakni setelah dikukus tiwul dicampurkan dengan gula jawa agar rasanya menjadi manis, setelah dilakukan tahap pencampuran dengan gula jawa atau gula merah tersebut, dilakukan pengukusan kembali sekitar setengah jam lamanya. Jadi sekitar sejam tiwul yang bercita rasa manis siap untuk disajikan dan untuk menambah kenikmatannya dapat digunakan parutan kelapa sebagai topping yang melengkapi kenikmatan dari tiwul tersebut.Penyajian tiwul agar lebih menarik dan tradisional dapat menggunakan daun pisang sebagai alas dari tiwul tersebut. Namun tidak masalah bila ingin menggukan piring sebagai alas makannya.

             Cara membuat tiwul memang termasuk cara yang mudah dan menggunakan alat-alat bahan-bahan yang sederhana yang telah dijelaskan tadi di atas. Rasanya pun sangat enak dan cocok untuk lidah Indonesia. Makanan legendaris ini sangat sayang bila diterlantarkan, tidak dilestarikan, dan dibiarkan menghilang. Maka untuk itu penulis menghimbau agar para pembaca, khususnya warga negera Indonesia mau untuk melestarikan budaya negerinya itu sendiri. Mari lestarikan budaya Indonesia.

Tiwul

DISKUSI


TERBARU


Lagu Banjar

Oleh Kyas1 | 15 Sep 2026.
Musik dan Lagu

Jenis-jenis Lagu Banjar Terdapat tiga jenis utama lagu Banjar yang berkembang berdasarkan wilayah geografisnya, yaitu lagu Rantauan, Pandahan, dan P...

Rumah Adat Banj...

Oleh Kyas1 | 15 Sep 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Rumah Adat Banjar Gajah Baliku adalah salah satu dari dua rumah adat Banjar legendaris yang terletak di Teluk Selong, kurang lebih 3,2 kil...

Gonjong Rumah G...

Oleh Kyas1 | 15 Sep 2026.
Produk Arsitektur

Apa Itu Gonjong Rumah Gadang? Gonjong adalah bagian paling khas dari Rumah Gadang, rumah adat masyarakat Minangkabau. Ini merujuk pada ujung atap ya...

Taman Putroe Ph...

Oleh Kyas1 | 15 Sep 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Taman Putroe Phang terletak di dekat Masjid Baiturrahman dan berseberangan dengan Kerkhof di Jl. Merapi no.37, Sukaramai, Kec. Baiturrahma...

Arca Kuwera/jam...

Oleh Kyas1 | 15 Sep 2026.
Naskah Kuno dan Prasasti

Deskripsi Arca yang diduga menggambarkan Dewa Kekayaan, yakni Kuwera atau Jambhala, ditemukan di Gua Songobranti. Kondisinya tidak utuh; bagian kepa...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...