×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Tradisi

Provinsi

Nusa Tenggara Barat

Tradisi Honggo Naru

Tanggal 10 Jul 2018 oleh Arum Tunjung.

Ada dua kebudayaan yang sangat identik dengan Wawo yaitu Tumbu Tuta dan Honggo Naru yang sejak dulu hingga turun temurun terus dijaga oleh generasi ke generasi Wawo, dalam tulisan ini akan mengulas mengenai Honggo Naru yaitu tradisi memperpanjang rambut oleh para kaum hawa di Wawo, dalam kehidupan modern sekarang memperpanjang rambut identik dengan kehidupan kuno tapi beda dengan wanita Wawo bahwa memperpanjang rambut itu identik dengan kehormatan mereka layaknya sang putri raja.

Wawo mempunyai cuaca yang sangat dingin terletak di atas dataran tinggi pegunungan Wawo mempunyai udara yang sangat sejuk, kehidupan di Wawo sangat menjaga tata karma dan adat istiadat mereka sehingga dalam rentetan waktu perkembangan Kecamatan Wawo tidak pernah terjadi konflik antar warga maupun dengan desa lainnya yang berada pada wilayah kabupaten Bima.

Tradisi Honggo Naru wanita Wawo dimulai sejak mereka mengenal mempergunakan kemiri sebagai ramuan untuk menghilangkan sakit kepala, karena dinginnya air pegunungan di Wawo membuat sebagian orang sakit kepala. Oleh sebab itu kemiri atau dalam bahasa setempat disebut kaleli dipergunakan untuk menghangatkan kulit kepala dan sekaligus menyuburkan rambut mereka atau istilahnya “Isu kaleli”.

Saat statusnya sebagai remaja rambutnya dipelihara hingga panjang mencapai 3 meter dan saat mereka menikah rambutnya mau di potong atau di biarkan terus panjang tergantung dari sang suami. Tapi biasanya setelah mereka menikah kebanyakan rambutnya dipotong, alasan mereka memotong rambutnya setelah menikah yaitu untuk menjaga kenyamanan suami mereka.

Honggo Naru para wanita Wawo sekarang masih dapat di lihat terkadang juga jika wanita yang sangat menjaga adat istiadat rambutnya tidak diperlihatkan jika ke pasar atau ke tempat umum mereka memakai Rimpu (hijab Bima) atau kerudung untuk menutupi rambutnya. Dan saat mewawancarai nara sumber untuk artikel ini, awalnya Mbojoklopedia sangat tidak di ijinkan untuk mendokumentasikan atau mengambil foto diri nara sumber dengan rambutnya jika tidak di ijinkan, untungnya ada salah satu seoarang crew dari rombongan MAKEMBO (Majelis Kesenian Mbojo) yang mengenal nara sumber sehingga di ijinkan untuk diambil fotonya.

Rata-rata kebiasaan wanita Wawo memelihara rambut mereka pada saat usia mereka 15 dan 17 tahun, dan lama mereka memeliharanya sampai 20 tahun atau lebih. Biasanya pada sore hari para wanita Wawo ini bertemu pada satu rumah untuk berkumpul sambil membicarakan sesuatu hal atau pun saling mencari kutu satu sama lain pada rambut mereka.

 

Sumber: mbojoklopedia

DISKUSI


TERBARU


Mangut Tahu Dan...

Oleh Kyas1 | 26 Sep 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Mangut adalah masakan khas Indonesia yang berasal dari daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta, khususnya daerah pesisir seperti Semarang dan da...

Semur Ikan Golo...

Oleh Kyas1 | 26 Sep 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Semur Ikan Golok adalah hidangan berkuah dengan rasa manis dan gurih, menggunakan bumbu minimalis, dan sangat cocok untuk menu sahur. Bah...

Semur Ayam, Tel...

Oleh Kyas1 | 26 Sep 2026.
Makanan Minuman

Bahan-bahan 2 potong dada ayam 2 btr telur rebus 2 buah tahu putih (potong sesuai selera) 300 ml air Bumbu Halus: 7 siung bawang merah 3 siun...

Ikan Masak Kuni...

Oleh Kyas1 | 26 Sep 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Ikan Masak Kuning adalah masakan yang simpel untuk berbuka puasa. Berasal dari Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Bahan 5 ekor Ikan Laya...

Lodeh Terong Da...

Oleh Kyas1 | 26 Sep 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Lodeh Terong dan Labu Siam adalah sayur sederhana yang lezat, cocok dinikmati dengan nasi hangat, sambal terasi, dan telur dadar. Resep in...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...