|
|
|
|
|
|
Aryo Menak Dan Istrinya Tanggal 26 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Alkisah, pada masa ketika Pulau Madura sangat subur dengan hutan lebat dan ladang padi menguning, hiduplah seorang pemuda bernama Aryo Menak. Ia sangat gemar mengembara ke tengah hutan siang dan malam tanpa kenal lelah. Pada suatu malam bulan purnama, Aryo Menak beristirahat di bawah pohon dekat danau. Ia melihat cahaya terang benderang di pinggir danau dan mendekatinya. Alangkah terkejutnya Aryo Menak saat ia melihat tujuh orang bidadari sedang mandi dan bersenda gurau di sana. Terpesona oleh kecantikan mereka, timbul keinginan Aryo Menak untuk memiliki salah satu bidadari tersebut. Ia mengendap-endap dan dengan cepat mengambil sebuah selendang milik salah satu bidadari. Tak lama kemudian, para bidadari selesai mandi dan bersiap kembali ke surga. Enam bidadari berhasil terbang, namun bidadari yang paling muda tidak dapat terbang karena selendangnya hilang. Ia menjadi sedih dan menangis. Aryo Menak kemudian mendekatinya, berpura-pura tidak tahu apa yang terjadi. Dengan ramah, ia bertanya tentang kesedihan bidadari itu. Aryo Menak kemudian berkata bahwa mungkin ini adalah kehendak dewa agar bidadari berdiam di bumi untuk sementara waktu dan berjanji akan menemaninya. Bidadari itu percaya pada kata-kata Aryo Menak dan menerima tawaran untuk tinggal di rumahnya. Setelah beberapa waktu, Aryo Menak melamar sang bidadari, dan lamarannya diterima. Mereka hidup bahagia. Ternyata, bidadari itu masih memiliki kekuatan gaib; ia dapat memasak sepanci nasi hanya dari sebutir beras, dengan syarat Aryo Menak tidak boleh menyaksikannya. Seiring waktu, Aryo Menak menjadi penasaran karena beras di lumbungnya tidak pernah berkurang. Ketika istrinya tidak ada di rumah, ia mengendap ke dapur dan membuka panci tempat istrinya memasak nasi. Tindakan ini menyebabkan kekuatan gaib istrinya sirna. Bidadari sangat terkejut mengetahui hal ini. Sejak saat itu, ia harus memasak beras dari lumbung Aryo Menak, yang lama-kelamaan semakin berkurang. Suatu hari, saat dasar lumbung mulai terlihat, bidadari itu terkejut melihat selendangnya yang hilang tersembul. Melihat selendang itu, timbul keinginannya untuk kembali ke surga. Pada suatu malam, sang bidadari mengambil dan mengenakan semua pakaian surganya. Setelah semua pakaian terpasang rapi, tubuhnya menjadi ringan dan ia dapat terbang melayang kembali ke istananya. Tinggallah Aryo Menak sendiri, menyesali ketidakjujurannya dan tindakannya yang tanpa sepengetahuan istrinya, yang akhirnya menyebabkan istrinya pergi. Rasa sedih Aryo Menak semakin dalam, dan ia hampir setiap hari menyesali perbuatannya. Karena penyesalan yang mendalam itu, Aryo Menak, termasuk anak keturunannya, tidak mau lagi memakan nasi.
Sumber: https://indosastra.com/cerita-anak-rakyat-dongeng/legenda-aryo-menak-cerita-rakyat-jawa-timur
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |