|
|
|
|
|
|
Asal Usul Tari Seluang Mudik Tanggal 26 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Dahulu kala, di tepian Sungai Musi, tepatnya di sekitar Desa Rantau Bayur dan Tebing Abang, hiduplah seorang bujang tua bernama Datuk Arenan. Pekerjaannya sehari-hari adalah mencari ikan menggunakan ambat, alat tangkap ikan dari rotan sepanjang 50-100 meter dengan kail berumpan setiap meternya. Suatu ketika, sedang musim ikan mudik atau kebangaran (mabuk) di mana ikan seluang melimpah, namun Datuk Arenan tak kunjung mendapatkan hasil tangkapan. Selama seminggu ia terus mencoba tanpa putus asa, bahkan menggunakan ikan seluang sebagai umpan, namun hasilnya nihil. Pada suatu malam, Datuk Arenan bermimpi didatangi seorang kakek bijak berjenggot putih panjang, mengenakan pakaian putih bersih, dan memegang tongkat. Kakek itu berpesan agar Datuk Arenan bersabar dan tabah, lalu mengatakan bahwa keajaiban akan menunggunya di ambatnya esok pagi. Datuk Arenan terbangun dengan penuh keheranan dan tidak sabar menunggu pagi untuk membuktikan mimpinya. Pagi-pagi sekali, ia pergi ke sungai. Saat menarik ambatnya, ia menemukan sepasang alat tenun yang lengkap dan bagus tersangkut di kail kedua dan ketiga. Ia membawa pulang alat tenun itu dan membersihkannya. Malam berikutnya, kakek itu kembali muncul dalam mimpinya, mengatakan bahwa ia akan mendapatkan keajaiban yang tak terbayangkan esok pagi. Kembali Datuk Arenan tidak bisa tidur dan sangat penasaran. Menjelang subuh, ia kembali ke sungai untuk memeriksa ambatnya. Kali ini, ambatnya terasa sangat berat. Ia terus menariknya hingga di ujung ambat terlihat sesuatu yang berkilauan seperti kain berkibar-kibar. Setelah mendekat, terlihat jelas bahwa yang tersangkut di ujung ambat adalah seorang wanita. Datuk Arenan sangat terkejut. Ia mengangkat wanita itu ke tepi sungai. Wanita itu basah kuyup, kedinginan, dan mengenakan baju putih berkilauan. Datuk Arenan segera membawanya pulang. Di rumah, ia mencari pakaian untuk wanita itu dan teringat baju almarhum ibunya yang masih tersimpan rapi. Ia memberikan handuk, baju, dan kain itu agar wanita tersebut mengganti pakaiannya yang basah. Datuk Arenan bingung apa yang harus dilakukannya. Sempat terpikir untuk merahasiakan penemuan ini, namun akhirnya ia memutuskan untuk menceritakan kejadian itu kepada krio di kampungnya. Ia mendatangi krio dan menceritakan bagaimana ia menemukan seorang wanita tidak dikenal tersangkut di ujung ambatnya pagi itu. Krio mendengarkan dengan seksama dan mulai berpikir lama tentang situasi tersebut.
Sumber: https://irwanpratubangsawans.wordpress.com/2011/12/09/asal-usul-tari-seluang-mudik
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |