|
|
|
|
|
|
Bajak Laut Dari Pante Kuyun Tanggal 12 Sep 2026 oleh Kyas1 . |
Ibnu Abbas, seorang kakek di kampung Pante Kuyun, merasa cemas dengan situasi di Indonesia pasca kerusuhan Mei 1998 dan juga oleh kemarau panjang. Ia memutuskan untuk menceritakan hikayat leluhurnya kepada cucunya, Abu, yang sedang berlibur. Ibnu Abbas ingin mewariskan cerita ini sebelum ia meninggal, karena ia percaya bahwa cerita ini tidak akan pernah dicatat oleh sejarawan. Ia memulai ceritanya dengan meminta Abu membayangkan kedatangan pasukan asing yang mengganggu dan menjarah kampung, seperti yang dirasakan buyut Abu ketika Belanda datang. Kemudian, Ibnu Abbas mengungkapkan bahwa buyut Abu adalah seorang bajak laut sakti dari Pante Kuyun. Kampung Pante Kuyun dulunya merupakan asal para pejuang tangguh yang membuat perahu, kemudian berlayar ke laut untuk merampok kepulauan kafir di selatan. Mereka menjarah suku-suku Nih, memperbudak perempuan berkulit kuning, dan menjual mereka di pasar. Kakek Ibnu Abbas menjelaskan bahwa mereka melakukan itu karena suku Nih dianggap kafir dan pengecut. Ia bahkan mengatakan bahwa jika ada orang Aceh yang lemah atau pengecut, dipastikan mereka adalah keturunan Nih.
Hikayat ini diceritakan ulang oleh Ibnu Abbas kepada cucunya, Abu, di kampung Pante Kuyun, Aceh, pada tanggal 20 Mei 1998. Cerita ini disampaikan di tengah suasana keprihatinan Ibnu Abbas terhadap kondisi negara setelah kerusuhan Mei 1998 dan fenomena El Nino (kemarau berkepanjangan) yang melanda wilayah Asia Pasifik. Ia merasa perlu untuk menyampaikan hikayat leluhurnya yang tidak tercatat dalam sejarah, sebelum cerita itu musnah.
Dalam hikayat, terdapat letupan emosi seperti cinta, kemarahan, atau kebanggaan, yang muncul karena si penghikayat mencintai apa yang diceritakan. Hikayat tidak harus ilmiah seperti sejarah, namun tidak berarti sepenuhnya salah; mungkin ada informasi sejarah yang benar di dalamnya yang perlu dibuktikan oleh sejarawan. Sebaliknya, sejarah pun tidak selalu benar, karena seringkali disisipkan kepentingan penguasa.
Sumber: https://tengkuputeh.com/2021/09/07/bajak-laut-dari-pante-kuyun
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |