|
|
|
|
|
|
Beksi Tanggal 26 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Menurut buku "Beksi, Maen Pukulan Khas Betawi" oleh Yahya Saputra dan Irwan Sjafi’ie, terdapat beberapa versi mengenai asal usul Beksi yang merupakan folklore dan legenda. Secara umum, Beksi diyakini muncul sekitar pertengahan abad ke-19, sekitar tahun 1850-1860-an.
Versi ini dikisahkan oleh sesepuh Beksi, H. Atang Lenong. Pada pertengahan abad ke-19, di Kosambi, Tangerang, seorang tuan tanah bernama Gow Hok Boen, atau Tuan Tanah Kedaung, mengadakan sayembara untuk mencari jagoan yang mampu mengalahkan kepala centengnya, Ki Kenong, yang terkenal dengan ilmu beladiri dan sihir. Seorang penjual singkong rebus bernama Pak Jidan, yang telah belajar "maen pukulan" delapan jurus dari Ki Belang atau Siluman Macan Putih, secara tak sengaja terlibat dalam duel tersebut. Pak Jidan berhasil mengalahkan Ki Kenong menggunakan jurus baroneng. Ketika ditanya tentang nama ilmunya, Pak Jidan tidak tahu, sehingga Tuan Gow Hok Boen menamainya Beksi, yang berarti pertahanan empat mata angin.
Dikisahkan oleh H. Mahtun, versi ini menceritakan tentang Raja Bulu, seorang mahir beladiri dari timur Tangerang, yang memiliki seorang anak bisu. Anaknya tidak mau belajar silat darinya karena merasa tidak akan kalah dalam "sambut-pukul". Setelah diuji, Raja Bulu kewalahan menghadapi ilmu anaknya yang ternyata belajar "maen pukulan" dari siluman macan putih di hutan. Karena ilmu tersebut belum memiliki nama, Raja Bulu menamainya Beksi, mengartikannya sebagai "segi empat dengan empat arah".
Hampir semua aliran Beksi mengakui Ki Jidan (Ki Iban) dan atau Raja Bulu sebagai pengajar pertama. Ilmu ini kemudian disebarkan melalui beberapa generasi.
Jurus-jurus Beksi dikenal keras, cepat, ringkas, dan mengarah pada titik mematikan di tubuh. Sebelum belajar jurus, murid harus mengikuti syarat penerimaan siswa yang disebut "rosulan" atau "ngerosul", yaitu tawasul disertai zikir tahlil untuk memanjatkan doa agar diberi keridhaan, kekuatan, ketabahan, dan kesabaran dalam mempelajari Beksi. Dalam bermain jurus, banyak dilakukan "gedi" (hentakan kaki ke lantai) dan gerakan tangan yang sangat cepat, sehingga dianjurkan melotot dan tidak berkedip saat melihat gerak lawan. Secara fundamental, terdapat 12 jurus dalam Beksi, meskipun namanya bisa berbeda di beberapa tempat.
Sumber: https://www.silatindonesia.com/2008/09/beksi-maen-pukulan-betawi
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |