|
|
|
|
|
|
Beluk Sunda Tanggal 31 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Beluk adalah seni vokal tradisional masyarakat Sunda yang memiliki ciri utama lantunan suara bernada tinggi, melengking, panjang, dan meliuk-liuk. Kesenian ini biasanya tidak mengandalkan alat musik sebagai pengiring utama dan erat kaitannya dengan wawacan, yaitu cerita panjang dalam bentuk puisi yang menggunakan aturan pupuh. Dalam pertunjukannya terdapat hubungan antara cerita, pupuh, teknik vokal, dan tradisi masyarakat. Seni ini berkembang di berbagai wilayah budaya Sunda, dengan istilah Gaok digunakan di Majalengka untuk kesenian serupa.
Penembang Beluk menggunakan teknik vokal dengan nada tinggi dan suara melengking, disertai liukan melodi yang ekstrem. Pergantian antara suara biasa dan suara kepala menciptakan karakter vokal yang unik. Lengkingan suara dapat dilakukan cukup panjang dalam satu tarikan napas, sehingga penembang Beluk membutuhkan kemampuan olah napas dan vokal yang tidak sederhana.
Menurut Perpustakaan Digital Budaya Indonesia, nama "Beluk" berasal dari karakter suara yang "elak-eluk", yaitu berkelok-kelok atau meliuk-liuk. Namun, ada juga yang menghubungkannya dengan suara "guak-gaok" atau "gagaokan", yang berarti berteriak atau melengking.
Wawacan adalah karya sastra Sunda berbentuk cerita panjang yang disusun menggunakan aturan pupuh. Cerita ini kemudian dibacakan atau ditembangkan dalam pertunjukan Beluk, menjadikannya salah satu cara masyarakat Sunda dahulu menyampaikan dan mewariskan cerita secara lisan. Pupuh yang digunakan dapat beragam, antara lain Kinanti, Sinom, Asmarandana, dan Dangdanggula.
Dalam beberapa tradisi Beluk di Jawa Barat, pertunjukan melibatkan beberapa penembang. Salah seorang bertugas sebagai dalang atau tukang ilo yang membacakan bagian cerita dari wawacan, kemudian bagian tersebut dilantunkan oleh penembang secara bergantian. Sebagai contoh, di Tasikmalaya, pertunjukan Beluk memiliki pembukaan, pembacaan wawacan, lantunan oleh para penembang secara bergantian, dan penutupan.
Salah satu karakteristik menarik dari Beluk adalah kekuatannya utama berada pada vokal. Sumber penelitian menyebut Beluk sebagai seni vokal tanpa instrumen.
Terdapat hubungan antara Beluk dengan kehidupan masyarakat Sunda zaman dahulu. Di Majalengka, kesenian Gaok (istilah lokal untuk Beluk) berkembang dalam masyarakat petani. Penelitian menunjukkan bahwa kesenian tersebut lahir dari kebiasaan masyarakat pada masa kegiatan utama mereka adalah bercocok tanam. Kemampuan menghasilkan suara keras dan panjang berfungsi praktis dalam komunikasi antar tempat. Setelah tradisi wawacan berkembang, kemampuan vokal ini menjadi bagian dari seni pembacaan cerita.
Penelitian terbaru, seperti pada Grup Candralijaya di Kampung Cirangkong, Tasikmalaya, menunjukkan bahwa Beluk masih dipertunjukkan di tengah masyarakat. Fungsinya telah berkembang menjadi hiburan dalam berbagai kegiatan masyarakat. Kelompok seni Beluk juga masih terdapat di Sumedang.
Sumber: https://www.sukabumiupdate.com/life/178828/mengenal-kesenian-beluk-sunda-seni-vokal-dengan-suara-melengking-yang-mulai-langka
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
Beluk Sunda — Seni Pertunjukan, Sunda · source
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
<g Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiri... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |