|
|
|
|
|
|
Benteng Marlborough Tanggal 31 Jul 2026 oleh Kyas1 . |
Benteng Marlborough adalah benteng peninggalan Inggris di kota Bengkulu. Benteng ini terkenal sebagai benteng terbesar yang pernah dibangun oleh Bangsa Inggris di Asia Tenggara selama masa kolonialisme. Konstruksi bangunan benteng ini kental dengan corak arsitektur Inggris Abad ke-20 yang megah dan mapan. Bentuk keseluruhan komplek bangunannya menyerupai penampang tubuh 'kura-kura', memberikan kesan kekuatan dan kemegahan. Benteng ini dibangun di atas bukit buatan, menghadap ke arah kota Bengkulu dan memunggungi Samudera Hindia. Luas benteng ini mencapai 44.100 meter persegi.
Benteng ini didirikan sebagai benteng pertahanan Inggris dan konon merupakan benteng terkuat Inggris di wilayah Timur setelah benteng St. George di Madras, India. Benteng Marlborough berfungsi sebagai benteng pertahanan hingga masa Hindia-Belanda, Jepang, dan pada perang kemerdekaan Indonesia. Setelah itu, sempat menjadi markas Kepolisian Republik Indonesia, kemudian diduduki Belanda lagi, dan beralih fungsi menjadi markas TNI-Angkatan Darat. Sejak tahun 1977, benteng ini diserahkan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk dipugar dan dijadikan bangunan cagar budaya.
Benteng Marlborough didirikan di kota Bengkulu oleh East India Company (EIC) pada tahun 1713-1719 di bawah pimpinan Gubernur Joseph Callet. Nama benteng ini diambil dari nama seorang bangsawan dan pahlawan Inggris, John Churchill, Duke of Marlborough I.
Benteng ini pernah dibakar oleh rakyat Bengkulu pada tahun 1724, memaksa penghuninya mengungsi ke Madras, India, sebelum kembali setelah perjanjian. Pada tahun 1793, terjadi serangan kembali di mana seorang opsir Inggris, Robert Hamilton, tewas. Kemudian pada tahun 1807, residen Thomas Parr juga tewas. Keduanya diperingati dengan pendirian monumen-monumen oleh pemerintah Inggris di Bengkulu. Tugu Thomas Parr terletak tidak jauh dari benteng. Benteng ini terus berfungsi sebagai benteng pertahanan selama periode Hindia-Belanda (1825-1942), Jepang (1942-1945), dan selama perang kemerdekaan Indonesia. Setelah kekalahan Jepang hingga tahun 1948, benteng ini menjadi markas Kepolisian Republik Indonesia. Pada tahun 1949-1950, benteng Marlborough kembali diduduki oleh Belanda. Setelah Belanda pergi pada tahun 1950, benteng ini beralih fungsi menjadi markas TNI-Angkatan Darat hingga tahun 1977, ketika akhirnya diserahkan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk dipugar dan dijadikan cagar budaya.
Sumber: https://www.muslimtravelergirl.com/2016/01/hunting-di-benteng-marlborough.html?m=1
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |