|
|
|
|
|
|
Benteng Tujuh Lapis Tanggal 01 Aug 2026 oleh Kyas1 . |
Benteng Tujuh Lapis adalah sebuah benteng yang menjadi saksi bisu kepahlawanan dan sikap pantang menyerah Tuanku Tambusai beserta pasukannya (Pasukan Dalu Dalu) dalam melawan penjajahan Belanda. Benteng ini dahulu menjadi tempat Tuanku Tambusai beserta Pasukan Dalu Dalu merancang strategi perang untuk melawan Belanda. Benteng ini berfungsi sebagai benteng pertahanan dan tempat peristirahatan pasukan. Benteng ini memiliki tinggi hingga delapan meter dan luas 3 hektar, dengan bentuk mirip sebuah perkampungan. Di sekitar benteng saat ini dipenuhi pepohonan lebat sementara di bagian belakangnya terhubung langsung dengan Sungai Batang Sosoh. Sebelum menuju lokasi benteng, pengunjung akan disambut sebuah gapura besar bertuliskan huruf Arab dan tulisan “Benteng Tujuh Lapis” di tengah gapura.
Pasukan Dalu Dalu menyadari kelemahan konstruksi benteng sehingga mereka membuat benteng dari tanah liat tetapi jumlahnya hingga tujuh lapis. Sebagai benteng pertahanan, dahulu dilengkapi bumbun atau aur berduri di sekelilingnya. Di dalam benteng juga dibuat sejumlah parit berbentuk curam diselingi jalan pintas dan pos jaga.
Benteng Tujuh Lapis dibangun pada tahun 1835. Berbeda dengan mayoritas benteng di Nusantara yang dibangun menggunakan batu, benteng ini justru terbuat dari tanah liat. Konstruksi benteng ini memanfaatkan jumlah lapis hingga tujuh untuk mengatasi kelemahan material tanah liat.
Benteng ini digunakan oleh Tuanku Tambusai dan Pasukan Dalu Dalu sebagai pusat perancangan strategi perang melawan Belanda, serta sebagai benteng pertahanan dan tempat peristirahatan. Keberadaan tujuh lapis tanah liat menunjukkan upaya adaptasi dan strategi cerdik untuk memperkuat pertahanan dari material yang terbatas.
Benteng Tujuh Lapis terletak di Dalu Dalu, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Benteng ini merupakan peninggalan dari Perang Padri yang terjadi antara tahun 1803 hingga 1838 di Sumatera Utara, Sumatra Barat, dan Riau.
Sumber: https://traverse.id/culture/benteng-tujuh-lapis-jejak-kegigihan-perjuangan-tuanku-tambusai-dan-pasukan-dalu-dalu/@himsaifanah
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |