|
|
|
|
|
|
Besimbang Tanggal 25 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Besimbang adalah permainan tradisional yang berasal dari Sedanau, Kepulauan Riau. Permainan ini memiliki kemiripan dengan bekel, namun menggunakan "bola induk" yang terbuat dari kulit kerang atau siput yang licin, bukan bola bekel yang memantul. Permainan ini dimainkan khusus oleh kaum perempuan dan sudah ada sejak abad XVII pada masa kekuasaan Sultan Riau.
Jumlah pemain besimbang adalah 2 hingga 6 orang, biasanya anak-anak berusia 6-7 tahun. Permainan ini khusus untuk kaum perempuan.
Permainan Besimbang tidak memerlukan tempat yang luas dan bisa dimainkan di berbagai lokasi, seperti beranda rumah saat menunggu magrib atau setelah mengaji, serta di perladangan sambil menunggu tanaman. Peralatan utama yang digunakan adalah pelambung (bola induk) yang terbuat dari kulit kerang atau siput, dan 5 atau 6 buah simbang yang juga terbuat dari kulit kerang-kerangan, yang bisa diganti dengan bebatuan kecil.
Ada dua cara dalam bermain simbang, yaitu main nyurang dan main berundung. Perbedaan utama terletak pada formasi pemain dan sistem giliran. Aturan mainnya menuntut pemain untuk melambungkan "bola induk" dan secara bertahap mengambil buah simbang dengan jumlah yang semakin banyak pada setiap lambungan. Pemain harus memiliki kecepatan tangan dan ketepatan. Jika berhasil mengambil semua simbang sesuai ketentuan, pemain mendapat angka. Jika gagal, giliran bermain akan digantikan oleh pemain lain.
Saat ini, perkembangan permainan simbang terjadi pada jenis "bola induk" dan buah simbang. Dulunya menggunakan kulit kerang-kerangan, kini sering diganti dengan bola bekel, bola tenis, atau benda lain yang dapat memantul di permukaan semen atau tanah.
Permainan besimbang mengandung nilai kecermatan dan sportivitas. Nilai kecermatan terlihat dari tuntutan pemain untuk memperkirakan dan berhati-hati saat melambungkan "bola induk" dan mengambil simbang agar sesuai dengan peraturan. Nilai sportivitas tercermin dari kesadaran bahwa dalam permainan ada pihak yang kalah dan menang, sehingga setiap pemain diharapkan dapat menerima kekalahan dengan lapang dada.
Sumber: http://uun-halimah.blogspot.com/2008/02/permainan-besimbang-kepri.html
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |