|
|
|
|
|
|
Candi Sirah Kencong Tanggal 26 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Secara administratif, Candi Sirah Kencong terletak di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Untuk menuju lokasi, dari Kota Blitar dapat melalui Wlingi menuju Kawedanan Wlingi, lalu belok kiri ke Desa Tegalasri dan mengikuti jalan ke kawasan Agrowisata Sirah Kencong. Rute alternatif yang lebih menantang adalah melalui Desa Semen, mengambil percabangan ke kanan di Pasar Semen menuju Agrowisata Sirah Kencong. Perjalanan ke candi dari perkebunan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 15 menit.
Candi Sirah Kencong terdiri dari tiga struktur candi yang menghadap ke arah Barat: candi pertama di utara, candi kedua di tengah, dan candi ketiga di selatan. Kondisi candi saat ini tidak lengkap, hanya tersisa bagian kaki dan tubuh, tanpa atap. Relief pada candi ini unik karena tergurat dangkal, tidak timbul seperti relief candi pada umumnya. Gaya pahatan ini juga dijumpai pada Candi Sukuh.
Candi Sirah Kencong ditemukan kembali pada pertengahan tahun 1967. Dinas Purbakala Jawa Timur pernah melakukan pemugaran, namun tidak dapat mengembalikan bentuk asli candi karena banyak batu penyusun yang hilang. Gejala penemuan benda cagar budaya di Sirah Kencong sebenarnya sudah termuat dalam ROC tahun 1908, di mana Knebel menjumpai empat arca dwarapala dan batu berelief. Laporan tersebut juga menyebutkan penemuan benda kuno lain seperti Lampu perunggu (April 1893), Jaladwara bermotif Samudramanthana (Agustus, kini di Museum Nasional), dan inskripsi bertahun 1389 Saka dan 13?? Saka (Oktober). Pada tahun 2010, Ferry Riyandika melakukan penelitian tentang fungsi keagamaan situs Sirahkencong abad XII – XV Masehi.
Kesejarahan Candi Sirah Kencong diketahui dari laporan penemuan inskripsi bertahun 1389 Saka (1467 M), yang merupakan era Kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan Bhre Pandansalas. Di dekat lokasi candi juga pernah ditemukan lempengan logam yang disebut Prasasti Ukir Negoro, yang berasal dari era Majapahit namun merupakan salinan prasasti (prasasti tinulat) dari era Kadhiri. Isi prasasti ini tidak berkaitan langsung dengan Candi Sirah Kencong karena menyebutkan daerah lain bernama Pamotoh.
Sumber: https://travellersblitar.com/candi-sirah-kencong-blitar
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |