×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Produk Arsitektur

Elemen Budaya

Produk Arsitektur

Provinsi

Jawa Timur

Candi Wringin Branjang

Tanggal 26 Oct 2026 oleh Kyas1 .

Deskripsi Candi

Candi Wringin Branjang tersusun dari batu andesit dengan denah segi empat. Candi ini memiliki bentuk yang minimalis tanpa hiasan dinding, meskipun dahulu terdapat gambar rusa dari semen yang merupakan tambahan baru. Pada dinding candi terdapat lubang angin untuk sirkulasi udara, dan atapnya berbentuk limas menyerupai atap rumah modern. Bangunan ini berukuran lebar 4.69 m dan panjang 2.52 m. Candi Wringin Branjang merupakan bagian dari gugusan struktur kuna yang disebut Situs Gadungan atau Situs Candi Gunung Gedang, yang berurutan dari depan ke belakang dengan Candi Wringin Branjang di bagian paling depan, diikuti gapura, dan struktur terbuka menyerupai altar.

Struktur & Bagian

  • Tubuh candi berdenah segi empat, polos tanpa hiasan dinding.
  • Lubang angin pada dinding candi untuk sirkulasi udara.
  • Atap candi berbentuk limas.
  • Candi Wringin Branjang, struktur gapura, dan struktur terbuka menyerupai altar membentuk gugusan Situs Gadungan.

Fungsi & Filosofi

Candi dan gunung merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kepercayaan kuno, di mana puncak gunung dicitrakan sebagai kediaman para dewa dan candi sebagai tempat suci untuk memuja mereka. Keduanya diselaraskan untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta. Keberadaan yoni di Situs Gadungan mengindikasikan corak Hindu. Candi Wringin Branjang kemungkinan berorientasi pada puncak gunung di dekatnya, di mana struktur candi diibaratkan sebagai candi perwara (pendamping), dan struktur induknya adalah puncak gunung yang dikelilinginya.

Asal

Candi Wringin Branjang secara administratif terletak di Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Candi ini berada di dalam hutan Gunung Gedang. Inskripsi yang ditemukan di Situs Gadungan menunjukkan angka tahun 1231 Saka (1309 Masehi), yang merupakan periode awal Kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan Raja Jayanegara. Mengingat kedekatan dan gaya arsitektur yang sama, Candi Wringin Branjang dan Situs Gadungan diduga merupakan satu kesatuan, sehingga inskripsi tersebut dapat menjadi referensi kronologi pendirian candi. Candi ini pertama kali dilaporkan oleh Verbeek pada tahun 1887 dan didata oleh Knebel pada tahun 1908.

Sumber: https://travellersblitar.com/candi-wringin-branjang-blitar

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Gending Ayak-ay...

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Musik dan Lagu

Deskripsi Gending Ayak-ayak dikenal dengan ritme yang dinamis serta kaya akan unsur-unsur filosofis yang mendalam, menggambarkan berbagai aspek kehi...

Tari Kuda Lumpi...

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Tarian

Asal-usul Tari Kuda Lumping atau Jathilan sudah ada sejak zaman primitif dan awalnya digunakan sebagai sarana upacara ritual yang bersifat magis. Pa...

Kopi Tatungkuik

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Kopi Tatungkuik merupakan tradisi minum kopi unik dari Malalak, Sumatera Barat, yang penyajiannya khas karena gelasnya diletakkan terbalik...

Masjid Ishlah

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Masjid Ishlah adalah masjid yang terletak di Nagari Tuo Pariangan, sekitar 50 meter dari jalan utama Padang Panjang, Batusangkar. Masjid i...

Anak Kambing Sa...

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Musik dan Lagu

Deskripsi Lagu Anak Kambing Saya adalah lagu anak-anak populer dari Nusa Tenggara Timur, Indonesia, yang juga dikenal luas di Malaysia dan Singapura...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...