|
|
|
|
|
|
Candi Wringin Branjang Tanggal 26 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Candi Wringin Branjang tersusun dari batu andesit dengan denah segi empat. Candi ini memiliki bentuk yang minimalis tanpa hiasan dinding, meskipun dahulu terdapat gambar rusa dari semen yang merupakan tambahan baru. Pada dinding candi terdapat lubang angin untuk sirkulasi udara, dan atapnya berbentuk limas menyerupai atap rumah modern. Bangunan ini berukuran lebar 4.69 m dan panjang 2.52 m. Candi Wringin Branjang merupakan bagian dari gugusan struktur kuna yang disebut Situs Gadungan atau Situs Candi Gunung Gedang, yang berurutan dari depan ke belakang dengan Candi Wringin Branjang di bagian paling depan, diikuti gapura, dan struktur terbuka menyerupai altar.
Candi dan gunung merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kepercayaan kuno, di mana puncak gunung dicitrakan sebagai kediaman para dewa dan candi sebagai tempat suci untuk memuja mereka. Keduanya diselaraskan untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta. Keberadaan yoni di Situs Gadungan mengindikasikan corak Hindu. Candi Wringin Branjang kemungkinan berorientasi pada puncak gunung di dekatnya, di mana struktur candi diibaratkan sebagai candi perwara (pendamping), dan struktur induknya adalah puncak gunung yang dikelilinginya.
Candi Wringin Branjang secara administratif terletak di Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Candi ini berada di dalam hutan Gunung Gedang. Inskripsi yang ditemukan di Situs Gadungan menunjukkan angka tahun 1231 Saka (1309 Masehi), yang merupakan periode awal Kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan Raja Jayanegara. Mengingat kedekatan dan gaya arsitektur yang sama, Candi Wringin Branjang dan Situs Gadungan diduga merupakan satu kesatuan, sehingga inskripsi tersebut dapat menjadi referensi kronologi pendirian candi. Candi ini pertama kali dilaporkan oleh Verbeek pada tahun 1887 dan didata oleh Knebel pada tahun 1908.
Sumber: https://travellersblitar.com/candi-wringin-branjang-blitar
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |