|
|
|
|
|
|
Cerita Rakyat Burung Kuwaw Tanggal 28 Oct 2026 oleh Kyas1 . Revisi 2 oleh Novazirman pada 28 Oct 2026. |
Pada zaman dahulu, di sebuah desa hiduplah seorang anak perempuan bernama Siti Gelembung bersama ibunya. Gelembung memiliki nasib yang malang karena setiap hari ditinggalkan ibunya ke kebun dari pagi hingga menjelang malam. Ibunya selalu berpesan agar Gelembung tidak pergi kemana-mana, dan Gelembung pun patuh sehingga tidak memiliki teman dan hanya berdiam diri di rumah. Setiap subuh, Gelembung bangun lebih awal untuk menyiapkan keperluan ibunya. Suatu pagi, setelah ibunya bangun, Gelembung menanyakan apakah di kebun akan panen tebu dan menyatakan keinginannya untuk makan tebu, meminta ibunya membawakannya pulang. Tanpa sepengetahuan Gelembung, ibunya ternyata berpacaran di kebun dengan seorang pria bernama Nang Cik. Mereka berpacaran sambil memanen tebu, dan semua hasil panen tebu yang bagus diberikan ibunya kepada Nang Cik. Sedangkan tebu yang busuk dibawanya pulang untuk Gelembung. Saat ibunya pulang, Gelembung sangat gembira, berharap ibunya membawa tebu pesanannya. Namun, ia kecewa karena tebu yang dibawa busuk semua, dan ibunya hanya beralasan salah ambil. Hati Gelembung pun sangat sedih. Keesokan harinya, Gelembung kembali bangun pagi dan menyiapkan keperluan ibunya. Ia kembali menyampaikan keinginannya untuk ikut ke kebun, tetapi ibunya menolak dengan alasan banyak pekerjaan dan khawatir Gelembung lelah. Gelembung terus memohon, tetapi ibunya tetap melarangnya. Akhirnya, Gelembung pasrah dan hanya meminta ibunya agar tidak lupa membawakan tebu yang bagus pulang. Seperti biasa, ibunya berpacaran di kebun dan pulang sore hari dengan membawa tebu pesanan anaknya. Namun, lagi-lagi tebu yang dibawakan busuk. Gelembung mempertanyakan hal itu, tetapi ibunya langsung meninggalkannya tanpa menghiraukan pertanyaannya. Pedih hati Gelembung melihat sikap ibunya. Ia pun menyanyikan tembang: “Tebu sebetang umak sayang Anak sekok Umak tak sayang Anak sekok jedi burong Burong kuwaw di pajer ari” Beberapa hari kemudian, Gelembung terus meminta dibawakan tebu, tetapi selalu tebu busuk yang dibawakan ibunya. Setiap kali ibunya membawa tebu busuk, ia selalu menyanyikan tembang tersebut sambil berdoa agar tumbuh sayap pada dirinya. Suatu malam, ia bermimpi bertemu ayahnya. Ayahnya berpesan, “Nak, kalau kau ingin tumbuh sayap dan berubah menjadi burung, banyak-banyaklah bertembang. Jangan berhenti sebelum kau berubah menjadi burung.” Gelembung terbangun dengan tidak sabar menanti pagi. Pagi itu, ia langsung menyanyikan tembangnya dengan sangat merdu. Setelah beberapa kali bertembang, sayap pun tumbuh di tangannya. Ia terus bertembang, dan setelah berkali-kali, Gelembung berubah menjadi seekor burung. Ibunya sangat terkejut melihat anaknya telah berubah menjadi burung dan mengejarnya. Gelembung terbang ke ranting pohon kecil, lalu ibunya menebang pohon itu agar anaknya turun. Namun, Gelembung terbang ke pohon yang lebih tinggi. Ibunya berteriak sambil menangis, memohon Gelembung untuk turun dan berjanji akan membawakan tebu yang bagus. Gelembung semakin tinggi terbang meninggalkan ibunya. Ibunya hanya bisa menyesali perbuatannya dan menyanyikan tembang: “Tebu sebetang aku sayang Anak sekok aku tak sayang Anak sekok jedi burong Burong kuwaw di pajer ari” Gelembung akhirnya menjadi burung yang dikenal dengan sebutan “Burung Kuwaw” karena setiap pagi mengeluarkan bunyi “kuwaw….. kuwaw……”.
Sumber: https://irwanpratubangsawans.wordpress.com/2011/04/09/cerita-rakyat-burung-kuwaw
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
<g Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiri... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |