|
|
|
|
|
|
Cingkrik Maenpukulan Khas Betawi Rawa Belong Tanggal 26 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Maenpukulan Cingkrik adalah seni bela diri khas Betawi yang berasal dari Rawa Belong. Gerakannya lincah, atraktif, dan memadukan serangan sekaligus pertahanan, serta pertahanan sekaligus serangan dengan gesit. Cingkrik memiliki ciri khas fleksibilitas dalam jurus dan gerakan, sehingga dapat berkembang tergantung pada guru yang mengajarkan. Jurus gabungan yang disebut Bongbang biasanya digunakan untuk atraksi di panggung.
Banyak orang Rawa Belong yang belajar ilmu agama dan beladiri ke Kulon. Salah satunya adalah Ki Maing. Ketika ia kembali ke Rawa Belong, tongkatnya direbut oleh seekor kera milik tetangganya, Nyi Saereh. Ki Maing terkesan dengan gerakan lincah kera tersebut yang menyerupai jurus silat, di mana setiap gerakan pertahanan diiringi serangan, dan sebaliknya. Ia kemudian mempelajari dan menganalisis gerakan kera itu, lalu mengembangkannya menjadi jurus silat yang kini dikenal sebagai Cingkrik. Setelah merasa menguasai, Ki Maing kembali ke padepokannya di Kulon dan "menjajal" jurus barunya kepada teman-teman seperguruan dan gurunya, dan tidak ada yang berhasil mengalahkannya. Sekembalinya ke Rawa Belong, Ki Maing menyebarluaskan Cingkrik kepada para jawara Rawa Belong. Pada fase ini, nama "Cingkrik" mulai dikenal, karena sebelumnya orang Rawa Belong hanya mengenalnya sebagai "maenpukul". Dari Ki Maing, Cingkrik diturunkan kepada tiga orang: Ki Saari, Ki Ajid, dan Ki Ali. Mereka dan murid-murid mereka, seperti Bang Wahab, Bang Nur, Bang Uming, Bang Acik, Bang Ayat, Bang Majid, Bang Akib, Bang Umar, Bang Hasan Kumis, Bang Nunung, Ki Sinan, Ki Goning, dan Ki Legod, turut mengembangkan dan menyebarluaskan Cingkrik di Rawa Belong dan daerah sekitarnya seperti Tenabang, Kemandoran, Kebon Jeruk, Kelapa Dua, Kemanggisan, Muara Angke, dan Pesing. Bang Hasan Kumis dan Bang Nunung bahkan mendirikan Perguruan Silat Cingkrik Jatayu Tumbal Pitung.
Cingkrik memiliki 12 jurus dasar dan dilanjutkan dengan sambut. Jurus-jurus Cingkrik bersifat fleksibel dan berkembang, tidak kaku atau baku, namun intinya tetap pada gerakan yang lincah, menyerang sekaligus bertahan, atau bertahan sekaligus menyerang dengan gesit. Perbedaan dalam jurus, gerak, dan sambut antar guru Cingkrik bukan menjadi masalah mendasar karena fleksibilitasnya. Gerakan jurus gabungan dari 1-12 disebut Bongbang, yang sering digunakan untuk atraksi di panggung.
Sumber: https://www.silatindonesia.com/2008/12/cingkrik-maenpukulan-khas-betawi-rawa-belong
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |