|
|
|
|
|
|
Congklak Tanggal 23 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Permainan tradisional congklak dikenal sebagai "main punggah" oleh masyarakat Betawi. Permainan ini umumnya dimainkan oleh dua orang menggunakan papan congklak dan biji congklak. Papan congklak memiliki lubang-lubang kecil dan dua lubang induk di kedua ujungnya. Jika tidak ada papan, anak-anak Betawi sering membuatnya langsung di tanah dengan tumit kaki.
Permainan congklak dilakukan oleh dua orang.
Permainan congklak selain merangsang motorik anak, juga mampu menumbuhkan nilai-nilai karakter dan kebaikan. Makna filosofi di balik permainan ini adalah tujuh lubang dan masing-masing berisi tujuh biji, yang mengacu pada jumlah hari dalam satu minggu. Ini mengajarkan bahwa setiap orang memiliki jatah waktu yang sama dalam seminggu. Proses pengambilan dan pengisian biji dari satu lubang ke lubang lain, termasuk lubang induk, melambangkan bahwa tiap hari yang dijalani akan memengaruhi hari-hari selanjutnya dan hari-hari orang lain. Apa yang dilakukan hari ini menentukan masa depan dan bisa bermakna bagi orang lain. Permainan ini juga mengajarkan bahwa hidup harus memberi dan menerima, serta pentingnya memiliki "simpanan tabungan" (biji di lubang induk).
Congklak adalah salah satu warisan budaya yang sangat kuno. Di Betawi lebih lazim disebut Congklak meskipun ada juga yang menyebutnya "punggah". Di Sumatera, permainan ini disebut Congkak. Di Jawa, dikenal dengan nama Dakon, Dhakon, atau Dhakonan. Di Sulawesi, nama populernya adalah Maggaleceng, Nogarata, Makaotan, atau Aggalacang. Permainan ini juga dikenal di Malaysia dengan nama congkak dan dalam bahasa Inggris disebut Mancala.
Sumber: https://www.senibudayabetawi.com/7009/congklak-permainan-tradisional-anak-betawi.html
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |