|
|
|
|
|
Galo-galo adalah permainan tradisional dari Maluku Utara yang melibatkan menangkap bilah-bilah bambu yang dilempar. Permainan ini bersifat individual dan dapat dimainkan oleh siapa saja dari segala usia, baik pria maupun wanita. Meskipun dimainkan secara individu, Galo-galo juga dapat dibagi menjadi kelompok, namun kelompok-kelompok tersebut tidak saling bertanding, melainkan bergantian bermain.
Jumlah peserta untuk satu kali bermain tidak ditentukan, bisa 2, 3, hingga 6 orang. Permainan ini bersifat individual tetapi bisa dibagi menjadi kelompok. Misalnya, enam orang bisa dibagi menjadi 2 kelompok (masing-masing 3 orang) atau 3 kelompok (masing-masing 2 orang). Kelompok yang tidak bermain akan menunggu atau menonton.
Permainan Galo-galo mengandung nilai-nilai budaya seperti keterampilan, kerja keras, kerja sama, ketangkasan, dan sportivitas. Keterampilan terlihat dari pembuatan bilah bambu yang harus halus. Kerja sama tercermin dari penyediaan bambu yang dilakukan secara seimbang antar pemain. Ketangkasan terlihat dari cara menangkap bilah bambu hanya dengan dua jari. Sportivitas tercermin dari sikap pemain yang berusaha tidak melanggar aturan dan menerima kekalahan dengan lapang dada.
Permainan Galo-galo sudah turun-temurun dilakukan oleh masyarakat Maluku Utara, khususnya di daerah Jailolo, Sahu, Ternate, dan Tembelo.
Permainan ini fleksibel dan dapat dimainkan di berbagai tempat, seperti di dalam rumah, beranda, halaman rumah, atau balai-balai rumah adat, baik pagi, siang, sore, maupun malam hari.
Sumber: https://uun-halimah.blogspot.com/2009/08/permainan-galo-galo-maluku.html, http://uun-halimah.blogspot.com/2009/08/permainan-galo-galo-maluku.html
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |