|
|
|
|
|
|
Gereja Blenduk Tanggal 31 Jul 2026 oleh Kyas1 . |
Gereja Blenduk (GPIB Immanuel) didirikan pada tahun 1742 M dan memiliki pendeta pertamanya Johannes Wilhelmus Swemmelaar (1753-1760 M). Awalnya, Gereja ini berbentuk rumah panggung Jawa dengan atap yang sesuai arsitektur Jawa, seperti terlihat pada Peta Kota Semarang tahun 1756. Pada tahun 1894-1895, gereja ini dibangun kembali oleh H.P.A. De Wilde dan W. Westmaas dengan gaya arsitektur Pseudo Barouque. Meskipun direnovasi berkali-kali, ciri khas bangunan dengan gaya arsitektur Eropa klasik tetap dipertahankan.
Setiap renovasi diabadikan melalui tulisan di atas batu marmer yang terpasang di bawah alter gereja. Renovasi-renovasi tersebut sama sekali tidak merubah ciri khas bangunan yang mengadopsi gaya arsitektur Eropa klasik yang anggun dan aristokrat.
Sumber: https://visitjawatengah.jatengprov.go.id/id/regency/kota-semarang/destinasi-wisata/gereja-blenduk
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |