×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Cerita Rakyat

Elemen Budaya

Cerita Rakyat

Hikayat Meurah Silu

Tanggal 12 Sep 2026 oleh Kyas1 .

Cerita

Dahulu kala, di hulu Krueng Peusangan, pedalaman Aceh, hiduplah dua kakak beradik yatim piatu yang miskin, Meurah Saga dan Meurah Silu. Meurah Saga berburu di hutan, sementara Meurah Silu memancing atau memasang bubu di sungai, selalu ditemani anjingnya bernama Pasai. Suatu hari, Meurah Silu menemukan ribuan cacing kecil di bubunya. Ia bersyukur, merebus cacing-cacing itu, dan terkejut saat cacing berubah menjadi emas dan airnya menjadi perak. Kejadian ini terus berulang setiap hari, membuatnya menjadi kaya. Ia membangun rumah megah. Sementara itu, Meurah Saga belum juga pulang dari berburu, membuat Meurah Silu cemas dan berniat membagikan hartanya. Namun, Meurah Saga yang pulang belakangan, tergoda setan dan berniat merebut harta kakaknya. Saat Meurah Silu pulang, Meurah Saga menyerangnya dengan belati, menuduh kakaknya merampok. Meurah Silu menolak bertikai dan melarikan diri, mengembara bertahun-tahun bersama anjingnya, Pasai. Akhirnya, ia tiba di sebuah kampung dan menetap. Berkat kebijaksanaan dan kedermawanannya, ia diangkat menjadi tetua kampung Jruen. Suatu hari, di tepi pantai, anjingnya Pasai menyalak keras menghadapi semut raksasa bernama Samudra. Pasai bertarung dan mengalahkan semut itu. Meurah Silu memanggang semut raksasa tersebut dan memakan dagingnya yang lezat. Ia kemudian memutuskan untuk mendirikan kampung di tepi pantai tersebut, yang kemudian berkembang menjadi bandar dan kota kerajaan besar. Meurah Silu menjadi raja pertamanya, menamai kerajaannya Samudra Pasai. Kerajaan ini menjadi masyhur, Khalifah dari Arab bahkan mengirimkan utusan persahabatan. Meurah Silu memeluk agama Islam dan dinobatkan sebagai Sultan Malik As Saleh (Raja yang Saleh), menjadikan Samudera Pasai sebagai Kerajaan Islam pertama di Asia Tenggara. Kerajaan ini dikunjungi oleh dua petualang besar, Marco Polo dan Ibnu Batutah.

Sumber: https://tengkuputeh.com/2021/06/08/hikayat-meurah-silu

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Gulai Ayam Kamp...

Oleh Kyas1 | 12 Sep 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Gulai ayam nanas khas Padang memiliki rasa yang sangat unik karena perpaduan rempah-rempah kuat dan rasa asam manis dari nanas. Penggunaan...

Gulai Ayam Khas...

Oleh Kyas1 | 12 Sep 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Gulai Ayam Khas Padang memiliki rasa yang kaya dengan santan, rempah, dan aroma daun limau purut yang khas. Dibandingkan dengan gulai bias...

Danau Laut Tawa...

Oleh Kyas1 | 12 Sep 2026.
Cerita Rakyat

Deskripsi Danau Laut Tawar adalah salah satu ikon wisata alam paling terkenal di Aceh, berlokasi di kawasan Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. Danau i...

Bajak Laut Dari...

Oleh Kyas1 | 12 Sep 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Ibnu Abbas, seorang kakek di kampung Pante Kuyun, merasa cemas dengan situasi di Indonesia pasca kerusuhan Mei 1998 dan juga oleh kemarau pan...

Kuntau Semende

Oleh Kyas1 | 12 Sep 2026.
Seni Pertunjukan

Deskripsi Kuntau Semende merupakan seni beladiri tradisional dari komunitas suku Semende (Semendo) yang berasal dari Kecamatan Way Tenong, Kabupaten...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...