|
|
|
|
|
|
Kain Tenun Kamen Tanggal 06 Oct 2026 oleh Kyas1 . Revisi 3 oleh Admin Budaya pada 22 Oct 2026. |
Kain tenun kamen adalah salah satu kain tradisional Indonesia dari Jepara. Kain ini diproduksi oleh seniman di Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM). Kain ini dapat dijadikan variasi dalam fashion mode atau sebagai koleksi. Keunikan kain ini terletak pada motif dan coraknya yang mengikuti perkembangan zaman, membuatnya cocok dikenakan sehari-hari dalam berbagai aktivitas, termasuk untuk ke kantor, rapat, pernikahan, atau acara keluarga, tidak terbatas pada acara adat atau tradisional.
Secara historis, kain tenun kamen memiliki hubungan erat dengan kain tenun asli Jepara, yaitu kain troso, karena berasal dari daerah yang sama. Oleh karena itu, kain tenun kamen sering juga disebut sebagai kain troso motif kamen, meskipun keduanya memiliki ciri dan motif yang berbeda.
Untuk membuat kain tenun kamen, digunakan alat tenun tradisional bukan mesin (ATBM). Fungsi utama ATBM adalah sebagai tempat memasang benang lungsin, sementara proses penenunan tetap mengandalkan tenaga manusia. ATBM adalah semua peralatan yang dapat digunakan untuk membuat kain tenun, bisa digunakan sambil berdiri atau duduk. Alat tenun kecil biasanya digunakan sambil duduk, sedangkan yang berukuran besar digunakan sambil berdiri. ATBM tidak digunakan dalam industri tekstil skala besar karena kapasitas produksinya terbatas dan cara kerjanya masih sangat manual, sehingga memerlukan tenaga manusia penuh. Bentuk dan mekanisme alat tenun bisa berbeda, tetapi fungsi dasarnya sama dengan ATBM. Pembuatan kain tenun secara manual memberikan ciri khas dan unsur seni tersendiri, sehingga wajar jika kain tenun ATBM dijual dengan harga mahal karena proses pembuatannya memakan waktu lama.
Meskipun motif tenun kamen tergolong sederhana, keunikannya terletak pada motif yang hanya dibuat pada sisi kanan dan kiri kain, sementara bagian lainnya dibiarkan polos. Meskipun demikian, kain tenun kamen tetap menarik bagi penggemar kain tenun tradisional di Indonesia. Banyaknya variasi motif tumpal membuat kain tenun kamen fleksibel dan dinamis. Beberapa motif eksklusif yang sering digunakan antara lain motif toraja, lurik, dan bunga-bunga, yang juga disesuaikan dengan perkembangan zaman.
Kain tenun kamen umumnya terbuat dari benang katun kualitas premium atau benang semi cotton. Bahan berkualitas ini menghasilkan kain dengan sejumlah keistimewaan:
Kain tenun kamen khas Jepara umumnya berukuran sekitar 100 x 220 cm, cocok digunakan sebagai bahan untuk membuat kemeja, blus wanita, blazer, dress, dan berbagai jenis pakaian lainnya. Tenun kamen juga sangat cocok dikombinasikan dengan kebaya dan batik.
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
Kain Tenun Kamen — Motif Kain, Jepara · source
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |